⌂ Beranda News Wayan Koster Dorong Penguatan Aksesibilitas Transportasi Bandara Ngurah Rai

Wayan Koster Dorong Penguatan Aksesibilitas Transportasi Bandara Ngurah Rai

Wayan Koster Dorong Penguatan Aksesibilitas Transportasi Bandara Ngurah Rai
Suasana lalu lintas di sekitar Bandara Ngurah Rai Bali
A A Ukuran Teks16px

Gubernur Bali Wayan Koster mendorong peningkatan kualitas aksesibilitas transportasi menuju dan keluar dari Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Langkah ini dinilai mendesak untuk mengurai kemacetan sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pariwisata di Pulau Dewata.

>>> Ahli Gizi: Kewajiban Sarapan Tergantung Gaya Hidup Masing-masing

"Penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara menjadi perhatian urgen karena berkaitan dengan isu kemacetan.

Jika tidak diantisipasi, persoalan ini dapat mempengaruhi citra pariwisata Bali," kata Koster dalam forum diskusi yang diselenggarakan InJourney Airports, Rabu (17/6/2026).

Koster menjelaskan bahwa lonjakan jumlah kunjungan wisatawan harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur pendukung.

Pada tahun 2025, wisatawan mancanegara yang masuk melalui Bandara Ngurah Rai tercatat 7,05 juta orang, ditambah wisatawan domestik 9,2 juta, sehingga total mencapai lebih dari 16 juta.

Pemetaan Alur Kendaraan dan Perluasan Fasilitas

Melalui forum diskusi tersebut, Koster mengharapkan adanya pemetaan alur kendaraan secara menyeluruh di wilayah Badung dan Denpasar.

"Petakan betul setiap titiknya, ini tak bisa fokus di satu titik saja, alur kendaraan harus benar-benar dipetakan," ujarnya.

>>> Harga Emas Pegadaian Stabil pada 17 Juni 2026

Pemerintah Provinsi Bali berharap rekomendasi dari pembahasan ini dapat segera diimplementasikan oleh seluruh pihak terkait.

Selain penataan jalur lalu lintas, Koster meminta pengelola bandara untuk mempercepat realisasi rencana perluasan fasilitas area parkir dan terminal penumpang.

Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi PT Angkasa Pura Indonesia Ferry Kusnowo menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengumpulkan masukan komprehensif dari berbagai komponen masyarakat.

"Sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi, kami bekerja sama dengan Universitas Udayana yang telah melakukan kajian komprehensif terkait berbagai persoalan aksesibilitas dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai," ujar Ferry.

Ferry menambahkan bahwa penyelesaian masalah ini menuntut metode penanganan yang terintegrasi, bertahap, dan kolaboratif. "Kami menyadari bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi lintas instansi.

>>> América-MG Kejutkan Fortaleza dengan Kemenangan 2-0 di Kandang

Kami mengharapkan masukan dan kontribusi konstruktif dari seluruh pihak agar program penguatan aksesibilitas ini dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun wisatawan," tuturnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru