Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich secara sepihak mencabut wewenang Otoritas Palestina atas pengelolaan Masjid Ibrahimi di Hebron, Tepi Barat, pada Rabu (17/6/2026).
Keputusan itu langsung memicu kecaman keras dari pihak Palestina. Pengalihan yurisdiksi ini menandai babak baru ketegangan di wilayah pendudukan.
>>> Federal Reserve Diperkirakan Pertahankan Suku Bunga Acuan di Tengah Inflasi Tinggi
Smotrich mengumumkan bahwa pemerintah kota Hebron tidak lagi memegang kendali atas situs suci yang dihormati umat Muslim dan Yahudi tersebut.
"Arti dari keputusan ini adalah bahwa banyak wewenang yang sebelumnya diberikan di Hebron dan di situs-situs suci -- termasuk fondasi keberadaan kita, Gua Para Leluhur -- tidak lagi berada di bawah kendali Pemerintah Kota Hebron," kata Smotrich.
Pengumuman itu disampaikan saat Smotrich menghadiri prosesi peletakan batu pertama pembangunan pemukiman baru Israel di dekat Hebron. "Ini jauh lebih dari sekadar langkah perencanaan, ini adalah langkah...
kedaulatan praktis, pemerintahan," ujarnya.
Latar Belakang dan Dampak
Hebron adalah kota terbesar di Tepi Barat yang telah berada di bawah pendudukan militer Israel sejak 1967.
>>> Gempa Magnitudo 6,7 Rusak Ratusan Rumah di Sigi
Masjid Ibrahimi berada di zona H2, sektor yang dikontrol ketat Israel dan dihuni sekitar 40.000 warga Palestina serta kurang lebih 200 keluarga pemukim Yahudi.
Situs ini disucikan oleh Islam, Yahudi, dan Kristen karena menjadi tempat pemakaman Nabi Abraham dan para leluhur Alkitab.
Berdasarkan Protokol Hebron 1997, pengelolaan sebagian besar kompleks diserahkan kepada Palestina, namun otoritas Palestina menilai kesepakatan itu terus dikikis Israel.
Organisasi pengawas pemukiman Israel, Peace Now, mengonfirmasi peralihan tanggung jawab legal tersebut melalui pertemuan formal.
>>> Mahasiswa Geruduk Diskusi Pejabat Negara di UGM, Aksi Ricuh Warnai Acara
"Yang dilakukan Smotrich adalah dia mengendalikan Dewan Perencanaan Tinggi, yang mengadakan pertemuan Rabu lalu di mana mereka memutuskan bahwa tanggung jawab di Hebron ini akan beralih dari kotamadya Palestina Hebron ke Israel," kata Yonatan Mizrahi, salah satu direktur Peace Now.