⌂ Beranda News Mahasiswa Geruduk Diskusi Pejabat Negara di UGM, Aksi Ricuh Warnai Acara

Mahasiswa Geruduk Diskusi Pejabat Negara di UGM, Aksi Ricuh Warnai Acara

Mahasiswa Geruduk Diskusi Pejabat Negara di UGM, Aksi Ricuh Warnai Acara
Mahasiswa menggeruduk diskusi pejabat negara di UGM Yogyakarta
A A Ukuran Teks16px

Sekelompok mahasiswa menggeruduk acara diskusi yang dihadiri tiga pejabat negara di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Senin (15/6/2026) malam.

Insiden tersebut diwarnai pembentangan spanduk penolakan, pelemparan gelas plastik, hingga aksi saling dorong.

>>> Google Resmi Luncurkan Android 17 untuk Pengguna Pixel

Acara yang awalnya berjalan kondusif ini menghadirkan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Kronologi Penggerudukan

Budiman Sudjatmiko menjelaskan bahwa saat pemaparan materi, sejumlah orang merangsek ke arah panggung utama.

"Saya sangat menyesalkan forum yang sangat berharga itu gagal. Karena saya sendiri menghadiri undangan," ujar Budiman.

Ia menambahkan bahwa panitia maupun UGM tidak melakukan pengusiran, sehingga para pembicara memilih bertahan di lokasi demi menghargai ratusan mahasiswa yang hadir.

Menurut Budiman, sebagian besar mahasiswa yang hadir sebenarnya siap melakukan dialog interaktif dan menyampaikan kritik secara terbuka.

"Dan ratusan mahasiswa yang hadir itu juga banyaknya, mereka demonstran. Mereka siap menunggu forum tanya-jawab untuk mengecam, mengkritik, dan menggugat kebijakan pemerintah," katanya.

Aksi Fisik dan Dampaknya

Kericuhan di dalam area GIK UGM juga melibatkan tindakan fisik berupa pemukulan menggunakan benda gulungan kertas serta pelemparan botol air mineral.

Ajudan Budiman terkena hantaman benda terbungkus kertas saat mencoba melindungi pejabat negara dari serangan massa.

>>> BPS: Jumlah Kendaraan Motor di Indonesia Tembus 172 Juta Unit

"Ada lemparan botol yang saya dengar dari Wakil Menteri Pertanian, Pak Daryono. Beliau sempat terpukul.

Ada yang memukul saya dengan benda ditutupi kertas, tapi dihalangi ajudan sehingga mengenai kepala ajudan," jelas Budiman.

Kendati mendapat penolakan fisik, para pejabat menegaskan komitmen untuk tetap bersedia menghadiri undangan diskusi ilmiah mahasiswa di masa mendatang.

"Tidak (kapok) dong. Selama ada undangan, kita tidak akan pernah menolak.

Kami bersedia datang," imbuh Budiman.

Kejadian ini telah dilaporkan kepada Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk memastikan sosialisasi program kerja pemerintah tetap berjalan di ruang publik.

Pemerintah menegaskan tidak akan mundur dalam memberikan edukasi dan membuka ruang dialog terkait program kerja nasional.

Di sisi lain, perwakilan mahasiswa menyatakan bahwa tindakan penggerudukan merupakan refleksi protes terhadap pembungkaman kritik dan program yang dinilai tidak bermanfaat.

>>> Dishub DKI Jakarta Tindak 258 Kendaraan dalam Operasi Parkir Liar

"Mereka tidak layak membicarakan Pancasila selagi Indonesia masih membungkam suara rakyat, selama mereka menganggap kritik sebagai gangguan," kata Mesa, perwakilan Serikat Mahasiswa (SEMA) UGM.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru