⌂ Beranda News Akio Toyoda Ungkap Alasan Toyota Enggan Beralih Penuh ke Mobil Listrik

Akio Toyoda Ungkap Alasan Toyota Enggan Beralih Penuh ke Mobil Listrik

Akio Toyoda Ungkap Alasan Toyota Enggan Beralih Penuh ke Mobil Listrik
Akio Toyoda berbicara tentang masa depan Toyota
A A Ukuran Teks16px

Pimpinan Toyota, Akio Toyoda, kembali menegaskan keengganannya untuk mengubah seluruh lini kendaraan menjadi mobil listrik.

Ia ingin mempertahankan aspek kesenangan berkendara dan melindungi nasib para pekerja di industri komponen mesin pembakaran internal.

>>> Pendaftaran KIP Kuliah Seleksi Mandiri 2026 Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Langkah strategis pabrikan asal Jepang ini dinilai berbeda dari kompetitor asal China dan Korea Selatan yang agresif menyongsong era elektrifikasi global.

Hal ini dilansir dari Detik Oto pada Rabu (17/6).

Penolakan terhadap transisi total ke kendaraan listrik didasari oleh prinsip Toyoda yang mendefinisikan mobil sebagai sebuah mainan.

Menurutnya, mobil harus memiliki desain menarik, suara khas, dan sensasi berkendara yang menyenangkan.

"Saya ingin membuat mobil yang ingin saya miliki. Jika saya hanya harus membuat mobil netral karbon, itu tidak menarik," ujar Toyoda, dikutip dari Carscoops.

Guna mencapai netralitas karbon tanpa mengorbankan kepuasan berkendara, Toyota memilih untuk mengembangkan beragam teknologi ramah lingkungan alternatif.

Di antaranya kendaraan berbahan bakar hidrogen, fuel cell, hingga mesin pembakaran berbasis hidrogen.

Komitmen mempertahankan eksistensi mobil konvensional juga ditunjukkan dengan rencana peluncuran generasi terbaru GR Yaris berteknologi hybrid bertenaga besar.

>>> Alex Marquez Berpeluang Kembali Balapan di MotoGP Ceko 2026

Selain itu, Toyota menyiapkan mobil sport baru meliputi MR2, Celica, dan GR GT bermesin V8 twin-turbo.

Toyoda meyakini bahwa masih banyak pencinta otomotif, termasuk internal Toyota sendiri, yang mengharapkan masa depan industri tidak melulu didominasi oleh kendaraan listrik.

"Semua orang beralih ke kendaraan listrik, itulah ketakutan terbesar saya," tutur Toyoda.

Kekhawatiran tersebut juga berkaitan erat dengan dampak sosial ekonomi.

Transisi total ke mobil listrik diprediksi akan langsung mematikan mata pencaharian para tenaga kerja dan pemasok suku cadang mesin bensin.

"Tiga-empat tahun lalu, saya satu-satunya yang mengatakan kepada media bahwa saya menyukai aroma, menyukai suara, dan menyukai mesin.

Saya ingin mempertahankan lapangan kerja bagi pemasok mesin. Tapi tampaknya saya adalah satu-satunya.

>>> Israel Cabut Wewenang Palestina Atas Masjid Ibrahimi Hebron

Saya merasa sangat sendirian," kata Toyoda.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru