Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono membantah narasi dalam sebuah video viral yang menuding dirinya sebagai perencana kudeta.
Video berdurasi 63 detik itu beredar di media sosial dan mengklaim adanya kelompok bernama Geng Solo yang ingin menaikkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming untuk menggantikan Presiden Prabowo Subianto.
>>> 45 Titik SPKLU di Tol Trans Jawa untuk Libur Sekolah
Dalam video tersebut, foto Hendropriyono dicatut dan disebut sebagai dalang di balik rencana kudeta melalui kerusuhan pada Rabu (17/6/2026).
Rekaman itu juga menuduh kelompok tersebut telah menguasai berbagai bidang dan menjalankan politik seperti permainan catur.
Hendropriyono dengan tegas menolak tuduhan itu. "Itu hoaks, fitnah!"
ujarnya, Rabu (17/6/2026). Ia menyebut seluruh isi dan narasi dalam tayangan tersebut sebagai kebohongan besar.
>>> Gianni Infantino Gunakan Jet Pribadi Qatar Airways untuk Nonton Piala Dunia 2026
Potongan Suara Jokowi Disisipkan
Selain foto Hendropriyono, video itu juga menyisipkan potongan suara Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang direkam pada tahun 2019.
Dalam potongan tersebut, Jokowi mengatakan, "Saya bukan diktator!" dan "Saya juga bukan pelanggar HAM!"
Potongan suara itu ditutup dengan kalimat, "Dan saya juga bukan.... Saya tidak memiliki beban masa lalu!"
Berdasarkan penelusuran fakta, suara Jokowi tersebut merupakan bagian dari pidato pada Februari 2019 saat menerima dukungan dari alumni Trisakti ketika dirinya masih menjadi calon presiden petahana.
>>> Spring Airlines Buka Rute Baru Guangzhou-Shenzhen ke Jakarta
Hendropriyono menegaskan bahwa video tersebut tidak memiliki dasar kebenaran. Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.