Pangsa pasar mobil asal China di Malaysia mengalami lonjakan signifikan dalam tiga tahun terakhir.
Data registrasi menunjukkan peningkatan dari 0,08 persen pada 2022 menjadi 8,92 persen pada lima bulan pertama 2026.
>>> Polres Jakarta Pusat Siagakan 4.576 Personel Amankan Lima Aksi Demonstrasi
Pada 2022, hanya 578 unit kendaraan China terdaftar dari total 744.762 unit.
Angka ini melonjak menjadi 66.198 unit pada 2023, mendorong pangsa pasar ke 1,27 persen.
Tren positif berlanjut pada 2024 dengan pangsa pasar 4,01 persen. Memasuki 2026, dominasi merek China semakin kuat hingga menembus 8,92 persen.
Artinya, setidaknya satu dari setiap 11 mobil baru yang terjual di Malaysia adalah merek China. Pertumbuhan ini menjadi yang tertinggi dibandingkan kelompok merek lain.
>>> Prabowo Ajak Jerman Perluas Investasi Kendaraan Listrik dan Semikonduktor
Merek China Masuk Lima Besar
Pada 2025, Omoda Jaecoo menempati peringkat kelima dengan penjualan 17.845 unit.
BYD menyusul di posisi keenam dengan 14.407 unit, dan Chery di peringkat kedelapan dengan 12.942 unit.
Ketiga merek tersebut berhasil melampaui penjualan Mazda, Mercedes-Benz, BMW, dan Nissan. Fenomena ini tidak terprediksi satu dekade lalu.
Faktor pendorong utama meliputi harga kompetitif, fitur melimpah, serta ketersediaan opsi kendaraan listrik (EV) dan plug-in hybrid (PHEV).
>>> Gejolak Geopolitik Global Mereda, Rupiah Mulai Pulih ke Kisaran Rp17.682
Insentif pemerintah untuk beberapa merek China juga mempercepat laju penjualan.