⌂ Beranda News Bitcoin Senilai Rp 1,4 Triliun Lenyap Akibat Bug Firmware Coldcard

Bitcoin Senilai Rp 1,4 Triliun Lenyap Akibat Bug Firmware Coldcard

Bitcoin Senilai Rp 1,4 Triliun Lenyap Akibat Bug Firmware Coldcard
Ilustrasi: Bitcoin Senilai Rp 1,4 Triliun Lenyap Akibat Bug Firmware Coldcard
A A Ukuran Teks16px

Sebuah kerentanan pada firmware dompet perangkat keras Coldcard memungkinkan peretas mencuri Bitcoin senilai lebih dari USD 88 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun.

Serangan ini dapat dilakukan dari jarak jauh tanpa memerlukan akses fisik, phishing, maupun malware.

>>> Pendapatan Xbox Anjlok Rp 30,6 Triliun, Karyawan Terancam PHK

Kesalahan Generator Angka Acak

Akar masalah terletak pada kesalahan integrasi firmware sejak Maret 2021.

Perangkat yang terdampak secara keliru menggunakan sistem software cadangan yang lebih lemah alih-alih chip generator angka acak STM32.

Kesalahan ini menyebabkan perangkat gagal mengumpulkan entropi yang cukup, menurunkan tingkat keacakan seed phrase dari 128-bit menjadi hanya 40 hingga 72-bit.

Hal ini memungkinkan peretas menebak kombinasi angka acak menggunakan komputer biasa setelah mengetahui detail waktu nyala perangkat dan nomor seri.

Firma riset Galaxy Research melaporkan tiga gelombang serangan beruntun yang berpusat pada lini produk Coldcard buatan Coinkite.

Serangan pertama pada 30 Juli berhasil menguras 1.082,65 BTC atau sekitar USD 70,2 juta dari 1.196 alamat Bitcoin.

>>> Sah! Randal Kolo Muani Gabung Juventus dengan Kontrak Lima Tahun

Hingga kini, total kerugian sementara mencapai 1.367,05 BTC atau sekitar USD 88,6 juta dari 4.585 alamat pengguna, dan angka ini diperkirakan masih akan bertambah.

Coinkite telah merilis pembaruan firmware darurat pada 31 Juli untuk mengatasi krisis keamanan ini.

Namun, pembaruan tersebut tidak dapat memperbaiki seed phrase yang sudah terlanjur dibuat. Pengguna didesak untuk membuat seed phrase baru dan memindahkan aset ke alamat baru.

Pengguna yang membuat seed phrase secara manual menggunakan metode lemparan dadu dilaporkan aman dari kerentanan ini.

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan penyimpanan mandiri (self-custody) di kalangan komunitas kripto, terutama karena perangkat yang terdampak adalah hardware wallet bereputasi tinggi.

>>> Rizky Ridho Pede, Indonesia Dominan Atas Vietnam Jelang Piala AFF 2026

Banyak pihak kini mulai mempertanyakan sistem keamanan hardware wallet lainnya yang beredar di pasaran.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM