Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS masih menunjukkan tren pelemahan.
Berdasarkan data dari Money pada Rabu (17/6/2026) pukul 10.27 WIB, mata uang Garuda berada di posisi Rp 17.738 per dollar AS.
>>> Saham BUMI dan BRMS Melonjak di Tengah Diversifikasi Bisnis
Kondisi ini berbanding terbalik dengan performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pasar modal Indonesia justru mencatat penguatan sebesar 0,54 persen menuju level 6.288,75.
Bagi nasabah yang ingin melakukan transaksi valuta asing, perbankan nasional telah memperbarui daftar harga jual dan beli mata uang tersebut.
Daftar Kurs Rupiah terhadap Dollar AS di Tiga Bank Besar
BCA menawarkan e-Rate dengan harga beli Rp 17.745,00 dan harga jual Rp 17.765,00.
Sementara TT Counter/Bank Notes BCA memiliki harga beli Rp 17.575,00 dan harga jual Rp 17.850,00.
Bank Mandiri menetapkan Special Rate di harga beli Rp 17.720,00 dan harga jual Rp 17.750,00.
Untuk TT Counter/Bank Notes, harga beli Rp 17.500,00 dan harga jual Rp 17.800,00.
Bank BNI memiliki Special Rate dengan harga beli Rp 17.737,00 dan harga jual Rp 17.777,00.
Melalui wondr by BNI, harga beli Rp 17.750,00 dan harga jual Rp 17.800,00.
Sementara TT Counter/Bank Notes BNI menawarkan harga beli Rp 17.550,00 dan harga jual Rp 17.800,00.
Manajemen BCA menjelaskan bahwa jenis kurs e-Rate berlaku untuk transaksi daring lewat e-Banking. Nasabah dapat mendatangi kantor cabang terdekat untuk berkonsultasi mengenai kurs khusus untuk nominal transaksi tertentu.
Perubahan nilai mata uang dapat terjadi sewaktu-waktu selama proses transaksi berjalan.
>>> Paradoks Politik Trump: Seruan Damai di Tengah Perang Timur Tengah
Pihak perbankan juga mengingatkan nasabah mengenai aturan penyampaian dokumen underlying dari Bank Indonesia untuk transaksi valas yang melewati ambang batas tertentu.
Bank Mandiri menetapkan bahwa kuotasi special rate menjadi indikasi untuk transaksi bernominal di atas 25.000 dollar AS atau ekivalennya.
Transaksi resmi akan menggunakan nilai yang berlaku saat nasabah menghubungi cabang.