⌂ Beranda News IHSG Ditutup Melemah ke 6.220,74 pada 17 Juni 2026, Rupiah Terdepresiasi

IHSG Ditutup Melemah ke 6.220,74 pada 17 Juni 2026, Rupiah Terdepresiasi

IHSG Ditutup Melemah ke 6.220,74 pada 17 Juni 2026, Rupiah Terdepresiasi
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan 17 Juni 2026.

Indeks domestik melorot sebesar 34,22 poin atau terkoreksi 0,55 persen ke level 6.220,74.

>>> Kemensos Salurkan Bantuan Pasca-Bencana Rp1 Triliun ke Tiga Provinsi Sumatra

Kondisi ini terjadi seiring dengan dominasi saham-saham yang mengalami penurunan di bursa domestik.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 306 saham menguat, 409 saham melemah, dan 244 saham stagnan.

Akumulasi kapitalisasi pasar pada akhir sesi tercatat mencapai Rp 10.779 triliun.

Nilai transaksi harian menyentuh Rp 24,67 triliun, dengan volume perdagangan 31,47 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 2,36 juta kali.

Sektor Saham dan Pergerakan LQ45

Mayoritas sektor saham menunjukkan pergerakan negatif. Sektor perindustrian menjadi penekan utama dengan penurunan terdalam mencapai 2,52 persen.

Sektor transportasi menyusul dengan penurunan 2,37 persen, diikuti sektor energi yang terkoreksi 1,99 persen.

Beberapa sektor mampu bertahan di zona hijau, di antaranya sektor kesehatan naik 0,58 persen, sektor infrastruktur menguat 0,42 persen, dan sektor barang konsumen non-siklikal terangkat 0,36 persen.

Indeks saham unggulan LQ45 bergerak bervariasi.

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) merosot 6,71 persen, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 4,80 persen, dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) melemah 3,61 persen.

Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga terkoreksi masing-masing 3,53 persen dan 3,24 persen.

>>> OJK Imbau Investor Tenang Hadapi Pengumuman Indeks MSCI

Di sisi lain, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) memimpin penguatan LQ45 dengan lonjakan 8,13 persen.

Penguatan disusul oleh PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) naik 3,69 persen dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) sebesar 3,43 persen.

Saham blue chip seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) masing-masing naik 3,01 persen dan 2,89 persen.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru