⌂ Beranda News IHSG Ditutup Melemah ke 6.220,74 pada 17 Juni 2026, Rupiah Terdepresiasi
News

IHSG Ditutup Melemah ke 6.220,74 pada 17 Juni 2026, Rupiah Terdepresiasi

Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
A A Ukuran Teks16px

Saham blue chip seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) masing-masing naik 3,01 persen dan 2,89 persen.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan nilai transaksi tertinggi sebesar Rp 2,99 triliun, diikuti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 1,94 triliun, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp 1,54 triliun.

Volume perdagangan terkonsentrasi pada PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan 40,67 juta lembar saham. Posisi ini diikuti oleh BNBR, BRMS, DSSA, dan TPIA.

Koreksi Rupiah dan Variasi Bursa Regional

Penurunan indeks domestik terjadi bersamaan dengan terdepresiasinya nilai tukar rupiah.

Mata uang Garuda ditutup melemah 37 poin atau turun 0,21 persen menjadi Rp 17.762 per dolar Amerika Serikat (AS).

Bursa saham di kawasan Asia mencatatkan pergerakan bervariasi. Indeks KOSPI memimpin penguatan 1,58 persen, diikuti Nikkei 225 yang naik 0,72 persen.

S&P/ASX 200 melaju 0,54 persen, dan SSE Composite terapresiasi 0,40 persen.

Namun, koreksi melanda indeks Hang Seng yang turun 0,74 persen, serta The Asia Dow yang terpangkas 1,04 persen.

Kombinasi pergerakan ini merefleksikan sikap waspada pelaku pasar regional terhadap ketidakpastian perekonomian global.

📰 Update Terbaru