Perusahaan teknologi asal Indonesia, AtlasGo, resmi mengangkat mantan CEO Rumah123, Wasudewan, sebagai Co-Founder dan CEO baru. Pengumuman ini disampaikan pada Rabu (17/6/2026).
Wasudewan mendapat mandat untuk memimpin ekspansi bisnis AtlasGo ke berbagai sektor industri baru, termasuk pasar otomotif nasional.
>>> Presiden Prabowo Evaluasi Penyelenggaraan Haji 2026 di Hambalang
Sebelumnya, ia memiliki rekam jejak memimpin Rumah123, platform properti digital terkemuka di Indonesia.
Pengalaman panjang dalam membangun platform digital di sektor properti menjadi modal utama untuk membawa AtlasGo merambah industri lain.
AtlasGo sebelumnya telah mengembangkan fondasi bisnis di sektor properti melalui platform ProperView.
Langkah ekspansi ke sektor otomotif ditandai dengan peluncuran platform baru bernama DealerView. Wasudewan menjelaskan bahwa AtlasGo hadir untuk menjawab kesenjangan antara belanja pemasaran dan hasil penjualan yang terukur.
"AtlasGo lahir dari sebuah kesenjangan yang terlalu lama dibiarkan.
Perusahaan besar menghabiskan ratusan miliar bahkan triliunan rupiah untuk marketing di berbagai saluran, namun mereka tidak mampu menjawab dari mana sebenarnya lead terbaik mereka datang," ujar Wasudewan dalam keterangan pers.
Ia menambahkan, "Saya bergabung karena saya percaya AtlasGo adalah jawaban yang sudah lama ditunggu industri ini."
AtlasGo saat ini fokus mengembangkan dua produk teknologi utama: DealerView untuk sektor otomotif dan ProperView untuk sektor properti.
Kedua platform ini dirancang untuk membantu perusahaan membaca perilaku calon pelanggan dan mengukur efektivitas proses penjualan.
"Kami tidak membangun tools.
Kami membangun teknologi yang membuat setiap rupiah yang diinvestasikan perusahaan dalam proses penjualan dapat diukur, dioptimalkan, dan menghasilkan konversi yang tinggi," kata Wasudewan.
Ekspansi ke Sektor Otomotif
Ekspansi teknologi ke sektor otomotif diawali melalui kerja sama strategis dengan jaringan dealer Sun Motor Mitsubishi.
AtlasGo menilai industri otomotif saat ini menghadapi perubahan perilaku konsumen yang dinamis dan persaingan yang semakin ketat.
Perusahaan mencatat terdapat lebih dari 50 model kendaraan baru yang diluncurkan di pasar Indonesia dalam satu tahun terakhir.