Pusat Studi Politik dan Transformasi Sosial (Puspolnas) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) mengusulkan pelibatan kantin sekolah dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Usulan ini disampaikan pada Rabu (17/6/2026) sebagai langkah strategis menekan biaya distribusi anggaran operasional yang bersumber dari Badan Gizi Nasional (BGN).
>>> KOI Tunjuk Todotua Pasaribu sebagai CdM Asian Games 2026
Peneliti Puspolnas Umsura, Syarifudin, mengatakan bahwa pelibatan kantin sekolah dapat menjadi alternatif kebijakan yang meningkatkan efektivitas program dan memberikan dampak ekonomi lebih luas.
BGN mengalokasikan anggaran Rp 268 triliun pada 2026 untuk mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan dapur, penyediaan peralatan, dan ongkos distribusi ke sekolah-sekolah yang menyerap komponen anggaran cukup tinggi.
Dengan melibatkan kantin sekolah sebagai mitra pelaksana, makanan dapat diproduksi dan disajikan langsung di lingkungan sekolah tanpa proses distribusi panjang.
Kebijakan ini juga membuka peluang keterlibatan aktif pedagang lokal, sehingga perputaran ekonomi dapat meluas hingga ke tingkat akar rumput.
>>> KPK Periksa Stafsus Eks Menag Terkait Aliran Uang Kasus Haji
Syarifudin menambahkan bahwa pendekatan ini sejalan dengan semangat pembangunan inklusif yang memberi ruang bagi masyarakat kecil untuk tumbuh.
Pemerintah diharapkan melakukan persiapan matang, seperti pelatihan penyusunan menu, perhitungan gizi, manajemen keamanan pangan, dan standar sanitasi bagi pengelola kantin.
Dengan dukungan tersebut, kantin sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat berjualan, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pendidikan kesehatan dan gizi bagi siswa.
Kemitraan ini dipandang sebagai opsi efisien dan berkelanjutan untuk mewujudkan program investasi strategis guna melahirkan generasi masa depan yang sehat dan cerdas.
>>> Pemegang Saham Toyota Setujui Susunan Direksi Baru, Akio Toyoda Kembali Jadi Chairman
Syarifudin menegaskan bahwa kantin sekolah dapat menjadi garda terdepan dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia.