>>> Rúben Dias Dipastikan Absen Bela Portugal Lawan Kongo
"Saya melihat banyak perkembangan positif di liga, dan itu membuat saya semakin antusias untuk kembali bermain di sini.
Liga Indonesia juga sangat kompetitif karena setiap pertandingan selalu sulit diprediksi," sambung Sananta.
Selain faktor kompetisi, faktor emosional dan hubungan baik dengan Bernardo Tavares sejak di PSM Makassar menjadi alasan krusial lain bagi Sananta.
"Persebaya menjadi pilihan saya karena proyek dan ambisinya sangat jelas. Selain itu, kehadiran Coach Bernardo Tavares juga menjadi salah satu faktor penting.
Beliau adalah pelatih yang pernah membantu perkembangan karier saya dan memberikan kepercayaan besar kepada saya," kata Sananta.
Sananta juga mengaku sangat mengagumi loyalitas Bonek dan Bonita yang menjadi basis suporter besar di tanah air.
"Bonek dan Bonita adalah salah satu basis suporter terbesar di Indonesia. Dukungan mereka menjadi motivasi sekaligus tantangan bagi saya untuk selalu memberikan performa terbaik di setiap pertandingan.
Saya ingin membalas kepercayaan mereka dengan kerja keras di lapangan," tutur Sananta.
Di sisi lain, kedatangan striker baru ini beriringan dengan meluapnya kegembiraan para pendukung Persebaya di pusat kota Surabaya sejak Rabu malam menjelang hari jadi klub pada 18 Juni.
Massa suporter memadati kawasan Jalan Yos Sudarso hingga depan monumen patung Jenderal Sudirman untuk menyanyikan lagu dukungan, mengibarkan bendera besar, dan menyalakan flare sebelum berkumpul di Stadion Gelora 10 November.
"Ini wujud cinta kami untuk Persebaya.
>>> MK Tolak Gugatan Uji Materi UU Cipta Kerja soal Kuota Internet Hangus
Di usia yang ke-99 tahun ini, harapan kami tentu saja Persebaya bisa terus jaya, semakin profesional, dan kembali membawa trofi juara ke Surabaya," ujar salah satu suporter asal Wonokromo bernama Fandi.