⌂ Beranda News Rupiah Melemah ke Rp 17.856 per Dollar AS Jelang Pengumuman RDG BI

Rupiah Melemah ke Rp 17.856 per Dollar AS Jelang Pengumuman RDG BI

Rupiah Melemah ke Rp 17.856 per Dollar AS Jelang Pengumuman RDG BI
Grafik pelemahan rupiah terhadap dollar AS
A A Ukuran Teks16px

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mengalami tekanan pada perdagangan Kamis (18/6/2026) pagi.

Pelemahan ini terjadi menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia siang ini.

>>> Kate Middleton Tampil Memukau dengan Gaun Kuning Roksanda di Royal Ascot 2026

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka pada level Rp 17.856 per dollar AS pada pukul 09.30 WIB.

Angka tersebut menunjukkan pelemahan sebesar 94 poin atau 0,53 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Penurunan ini melanjutkan tren negatif pada Rabu (17/6/2026), ketika rupiah ditutup merosot 37 poin atau 0,21 persen ke posisi Rp 17.762 per dollar AS.

Kondisi pasar keuangan global saat ini dipengaruhi oleh kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed).

Sentimen FOMC dan Proyeksi Pelemahan

President Director PT Doo Financial Futures Ariston Tjendra menjelaskan bahwa hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) memicu penguatan dollar AS.

Hal ini menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Ia memperkirakan pelemahan rupiah hari ini bisa mencapai level Rp 17.900 per dollar AS.

"Sepertinya hasil FOMC semalam yang membuka peluang kenaikan suku bunga acuan AS tahun ini, mendorong penguatan dollar AS sehingga rupiah tertekan," ujarnya.

The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5-3,75 persen dalam rapat tersebut.

>>> Manchester United Batasi Harga Transfer Mateus Fernandes Maksimal 70 Juta Pounds

Namun, otoritas moneter AS memberikan sinyal bahwa opsi kenaikan suku bunga masih terbuka di masa mendatang.

Proyeksi serupa disampaikan oleh Chief Analyst PT Doo Financial Futures Lukman Leong. Ia melihat adanya peningkatan sentimen risk-off di pasar keuangan global.

Menurutnya, rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 17.750 hingga Rp 17.900 per dollar AS.

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dollar AS yang menguat setelah dalam rapat FOMC mensinyalkan bahwa the Fed berpotensi menaikkan suku bunga tahun ini," kata Lukman.

Sentimen domestik kini tertuju pada hasil RDG BI mengenai suku bunga acuan atau BI Rate.

Langkah bank sentral menaikkan suku bunga dinilai dapat meredam tekanan terhadap mata uang nasional.

Lukman menambahkan, "RDG BI apabila seperti yang diharapkan meningkatkan suku bunga, dapat menahan pelemahan rupiah dan malah sangat bisa menguat apabila menaikkan 50 bps."

Peluang kenaikan BI Rate sebesar 25-50 bps pada Juni 2026 dinilai masih terbuka lebar.

>>> Hull City Terancam Sanksi Pengurangan Enam Poin, Wajib Jual Pemain Sebelum Juli

Ia memprediksi pelemahan rupiah akan terus bertahan hingga pengumuman resmi dari Bank Indonesia. "Dibuka melemah hingga RDG BI paling tidak," ucap Lukman.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru