Lokasi Kampoeng Betawi di Jakarta Fair Kemayoran atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) menuai kritik dari warganet.
Area yang menampilkan kebudayaan serta kuliner khas Jakarta itu dianggap berada di tempat yang kurang strategis.
>>> Roberto Martinez Bela Cristiano Ronaldo Usai Portugal Ditahan Imbang
Sejumlah netizen menilai posisi tersebut membuat Kampoeng Betawi kurang mendapatkan eksposur dibandingkan tenant milik merek-merek besar.
Berdasarkan pantauan di media sosial Instagram pada Kamis (18/6/2026), area ini terletak di sisi kanan Pintu F Gambir Expo.
Kondisi aktivitas jual beli di beberapa stan Kampoeng Betawi juga dilaporkan belum sepadat area utama Jakarta Fair.
Pengguna internet berpendapat bahwa area identitas budaya ini idealnya ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau pengunjung.
Tanggapan Gubernur DKI Jakarta
Menanggapi keluhan masyarakat, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan klarifikasi mengenai penentuan tata letak tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak pemerintah daerah tidak mengintervensi penempatan stan.
>>> 3.161 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Eksekusi Lahan Eks Hotel Sultan
"Untuk Kampung Betawi di PRJ, terus terang bukan Pemerintah DKI Jakarta yang memutuskan.
Ini sepenuhnya kerja sama antara Pemerintah DKI Jakarta dengan manajemen yang bertanggung jawab untuk pelaksanaan PRJ, dan merekalah yang memutuskan," kata Pramono kepada wartawan di kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).
Pramono menjelaskan bahwa posisi Pemprov DKI Jakarta dalam acara ini terbatas sebagai mitra penyelenggaraan. Segala keputusan teknis, termasuk pembagian zona pameran, menjadi otoritas penuh pihak manajemen penyelenggara.
Selain masalah zonasi, Pemprov DKI Jakarta mengklaim tidak ikut campur dalam penentuan regulasi teknis lain yang sempat memicu kritik publik.
Salah satu hal yang disorot masyarakat sebelumnya adalah kebijakan harga tiket masuk.
>>> Donald Trump dan Iran Teken Perjanjian Damai Akhiri Konflik
"Kami terus terang tidak pernah terlibat dalam menentukan tiket harganya berapa yang kemarin dikritik, termasuk untuk Kampung Betawi dan sebagainya," ujarnya.