Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar bergerak di zona merah pada perdagangan Kamis (18/6/2026). Penurunan ini terjadi menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).
Pelaku pasar menanti keputusan bank sentral terkait suku bunga acuan atau BI Rate. Nilai suku bunga tersebut diperkirakan tetap bertahan di level 5,50 persen.
>>> FTSE 100 Menguat Tipis, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga AS
Pelemahan Terdalam di BBRI
Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 10.00 WIB, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat pelemahan terdalam di antara bank-bank besar.
Saham BBRI turun 2,60 persen ke level Rp 2.990 per saham dari posisi pembukaan Rp 3.040 per saham.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,59 persen ke level Rp 6.200 per saham dari harga pembukaan Rp 6.250 per saham.
Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah 2,11 persen atau 80 poin ke level Rp 3.730 per saham.
Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga terkoreksi 2,23 persen atau 100 poin ke posisi Rp 4.390 per saham dari harga pembukaan Rp 4.440 per saham.
Proyeksi BI Rate Tetap 5,50 Persen
Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 5,50 persen dalam RDG Juni 2026.
Keputusan tersebut dinilai perlu setelah BI menaikkan suku bunga secara agresif sejak Mei 2026 dengan total kenaikan 75 basis poin.
Wakil Direktur LPEM FEB UI Jahen Fachrul Rezki menyatakan bahwa dengan mempertimbangkan pengetatan kebijakan bertahap sejak Mei, intervensi valuta asing yang berkelanjutan, dan kebutuhan untuk menilai dampak langkah-langkah yang baru diambil, BI perlu mempertahankan suku bunga pada 5,50 persen.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan inflasi tahunan pada Mei 2026 mencapai 3,08 persen, naik dari 2,42 persen pada April 2026.
Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya harga pangan setelah berakhirnya musim panen raya, gangguan cuaca, serta naiknya permintaan menjelang Iduladha.