⌂ Beranda News FTSE 100 Menguat Tipis, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga AS

FTSE 100 Menguat Tipis, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga AS

FTSE 100 Menguat Tipis, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga AS
Grafik pergerakan indeks FTSE 100 di Bursa Efek London
A A Ukuran Teks16px

Indeks saham FTSE 100 di London ditutup menguat tipis 0,14 persen ke level 10.508 pada perdagangan Rabu, 17 Juni 2026.

Sentimen positif datang dari data inflasi Inggris yang bertahan di angka 2,8 persen pada Mei, memicu penguatan saham sektor perbankan dan konstruksi rumah.

>>> Kapal Tongkang Batu Bara Karam di Pantai Sukaresik Pangandaran, Air Laut Berubah Hitam

Berdasarkan data Reuters, Barclays memimpin penguatan dengan kenaikan 3,40 persen setelah BofA Global Research menaikkan target harga sahamnya.

Namun, pergerakan positif ini tertahan oleh penurunan saham sektor komoditas dan ritel.

Saham Marks & Spencer merosot 3,4 persen, sementara Shell dan BP ikut melemah akibat harga minyak mentah Brent yang sempat tergelincir ke kisaran 78 dolar AS per barel.

Ketidakpastian Kebijakan Federal Reserve

Analis pasar Trade Nation David Morrison menyoroti ketidakpastian seputar pendekatan transparansi bank sentral AS di bawah kepemimpinan baru.

"He doesn’t like the running commentary from Fed members, and it’s thought that he may ditch the ‘dot plot’," kata Morrison, merujuk pada bagan triwulanan yang menunjukkan perkiraan suku bunga Fed.

Kepala analis pasar IG Chris Beauchamp menambahkan bahwa pergantian kepemimpinan membawa ketidakpastian bagi kebijakan moneter AS.

"A new chief means markets face a degree of uncertainty for US monetary policy," ujar Beauchamp. Ia juga menyebut faktor geopolitik, termasuk kesepakatan AS-Iran, yang memengaruhi harga energi.

Dampak Inflasi terhadap Suku Bunga Inggris

Ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga di Inggris bergeser setelah rilis data inflasi terbaru.

>>> DPR Minta Pemerintah Cermati Penurunan Harga Minyak Dunia

Direktur investasi AJ Bell Russ Mould menjelaskan bahwa stabilitas inflasi di tengah konflik geopolitik mengejutkan banyak pihak.

"Inflation holding steady was the last thing anyone expected in the face of higher oil prices caused by the Iran war," kata Mould.

Menurut Mould, berkurangnya tekanan biaya dapat mendorong gairah baru dalam sektor pinjaman komersial dan konsumer, termasuk KPR.

Ia menambahkan bahwa perubahan proyeksi suku bunga berimplikasi langsung pada prospek industri pengembang perumahan.

Pekan lalu, pasar memperkirakan dua kenaikan suku bunga pada awal 2027, namun kini hanya satu kenaikan pada Desember 2026 dan tidak ada perubahan setidaknya hingga paruh pertama 2027.

Sementara itu, Kepala Pasar AJ Bell Dan Coatsworth memberikan analisis mengenai performa laporan keuangan AO World, yang perlahan pulih setelah krisis biaya hidup pasca-pandemi.

Di Wall Street, indeks Dow Jones mencetak rekor tertinggi baru dengan kenaikan 0,4 persen ke level 52.193, dipimpin oleh Caterpillar dan Goldman Sachs.

>>> Polres Dumai Tangkap Penyedia Jastip Bawa Sabu Lima Kilogram

Indeks Nasdaq bergerak mendatar setelah saham SpaceX berbalik turun bersama Alphabet dan Meta.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru