Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kedatangan dua emiten baru pada Juli 2026, yaitu PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) dan PT Niramas Utama Tbk (JELI).
Kedua perusahaan telah membuka masa penawaran awal pada Juni 2026.
>>> Amazfit Luncurkan Cheetah 2 Pro dan Ultra untuk Pelari di Indonesia
PRDL bergerak di sektor alat kesehatan diagnostik, sedangkan JELI merupakan produsen makanan penutup dengan merek INACO. Keduanya menawarkan saham perdana dengan jumlah dan harga yang berbeda.
Prospektus PRDL dan JELI
PRDL menawarkan maksimal 522,9 juta saham baru dengan harga Rp100 hingga Rp120 per saham. Target dana segar yang diincar mencapai Rp62,75 miliar.
Kapitalisasi pasar PRDL saat listing dijadwalkan mencapai Rp209 miliar pada 9 Juli 2026. Penjamin emisi untuk IPO ini adalah PT Sucor Sekuritas.
Pendapatan PRDL tahun 2025 tercatat Rp74,37 miliar dengan margin laba bruto 61 persen atau Rp45,35 miliar.
Lebih dari separuh dana IPO akan digunakan untuk melunasi fasilitas kredit di Bank BCA dan Bank Panin.
Sementara itu, JELI menawarkan maksimum 350 juta saham baru dengan harga Rp900 hingga Rp1.120 per lembar.
>>> UPT Stadion Pakansari Benahi Penerangan dan Keamanan Parkir
Dana segar yang dibidik maksimal Rp392 miliar dengan kapitalisasi pasar Rp1,51 triliun.
Laba bersih JELI melonjak lebih dari 235 persen menjadi Rp39,03 miliar pada 2025.
Namun, pendapatan perusahaan justru menurun dari Rp838,94 miliar pada 2023 menjadi Rp753,05 miliar pada 2025.
Arus kas operasional JELI juga anjlok 83,39 persen pada tahun buku 2025.
Berbeda dengan PRDL, JELI mengalokasikan 51,04 persen dana IPO untuk menyuntik anak usaha PT Niramas Pandaan Sejahtera guna meningkatkan kapasitas produksi.
Penawaran umum JELI dijadwalkan pada 1 hingga 3 Juli 2026, dan sahamnya akan resmi dicatatkan di BEI pada 7 Juli 2026.
>>> Kemhan Latih Militer 35.476 Calon Manager Koperasi dan Kampung Nelayan
Manajemen PRDL menyatakan bahwa kebijakan pembagian keuntungan akan mempertimbangkan kondisi keuangan dan arus kas perusahaan.