⌂ Beranda News Kemensos dan PKP Percepat Verifikasi Bedah Rumah di Pasuruan

Kemensos dan PKP Percepat Verifikasi Bedah Rumah di Pasuruan

Kemensos dan PKP Percepat Verifikasi Bedah Rumah di Pasuruan
Petugas sedang melakukan verifikasi faktual kondisi rumah di Pasuruan
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tengah mempercepat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang menyasar rumah siswa Sekolah Rakyat tidak layak huni di Pasuruan, Jawa Timur.

Langkah verifikasi faktual di lapangan ini digenjot agar proses renovasi dapat segera berjalan pada September mendatang.

>>> Pura Mangkunegaran Tutup Perayaan 1 Suro dengan Meditasi Larasati

Kota dan Kabupaten Pasuruan tercatat memperoleh kuota 225 titik usulan dari Kemensos, dari total 1.837 titik usulan di seluruh Jawa Timur.

Tim di lapangan telah mendatangi empat lokasi rumah orang tua siswa di Pasuruan, termasuk kediaman Lilik Qomariyah di Desa Bajangan, Jirilia di Jajar Kebon Desa Gondangwetan, Eko Musidi di Desa Tenggilisrejo Gondangwetan, dan Rahmat di Dusun Jajarkebon.

Memastikan Bantuan Tepat Sasaran

Kepala Seksi Pelaksanaan Wilayah 2 Balai P3KP Jawa 4, Firdiansyah Fatoni, menjelaskan bahwa pengecekan ini bertujuan memastikan bantuan agar tepat sasaran.

Hingga kini, 11 titik usulan Kemensos di Pasuruan telah lolos verifikasi faktual.

>>> Menaker Yassierli Buka Peluang Tinjau Ulang Aturan Pekerja Outsourcing

Proses pemeriksaan tidak hanya berfokus pada kondisi fisik bangunan dan sanitasi, tetapi juga kelengkapan administrasi para calon penerima.

Bantuan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi keluarga penerima manfaat yang membutuhkan perbaikan kondisi hunian.

Tenaga Ahli Menteri Sosial, Fajar WH, menambahkan bahwa saat ini terdapat tiga Sekolah Rakyat yang beroperasi di Pasuruan, yaitu Sekolah Rakyat Terintegrasi 48 Kabupaten Pasuruan, SRMP 28 Kota Pasuruan, dan SRT 3 Pasuruan.

Program Sekolah Rakyat dirancang secara komprehensif untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, di mana orang tua siswa juga didorong mengikuti pemberdayaan ekonomi guna mengentaskan kemiskinan ekstrem.

>>> Siswa SMP di Pulogadung Terjebak Sela Tembok, Damkar Berhasil Evakuasi

Secara nasional, pemerintah menargetkan perbaikan 10.000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat melalui program BSPS.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru