⌂ Beranda News PT Paperocks Indonesia Tbk Targetkan Penjualan Rp 80,53 Miliar pada Kuartal II-2026

PT Paperocks Indonesia Tbk Targetkan Penjualan Rp 80,53 Miliar pada Kuartal II-2026

PT Paperocks Indonesia Tbk Targetkan Penjualan Rp 80,53 Miliar pada Kuartal II-2026
Produk kemasan kertas food grade PT Paperocks Indonesia Tbk
A A Ukuran Teks16px

PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) memproyeksikan target penjualan senilai Rp 80,53 miliar pada kuartal II-2026, meningkat 2,7 persen secara tahunan.

Perusahaan pengemasan kertas ini juga menargetkan laba kotor sebesar Rp 12,88 miliar, yang mencerminkan kenaikan 6,01 persen secara tahunan.

>>> Polda Riau Salurkan 1.198 Bansos dan Bedah Rumah Warga

Direktur Utama Paperocks, Irsyad Hanif, menyatakan bahwa laba tahun berjalan diproyeksikan mencapai Rp 1,89 miliar, naik 5,07 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Strategi Pencapaian Target

Untuk merealisasikan target tersebut, PPRI berkomitmen meningkatkan kualitas produk dan layanan, menciptakan produk ramah lingkungan, serta agresif memperluas pasar baru.

Manajemen optimistis terhadap pertumbuhan kinerja melalui penerapan strategi bisnis yang tepat.

Sebagai informasi, PPRI mencatatkan penjualan Rp 154,8 miliar sepanjang tahun 2025, meningkat dari Rp 147,6 miliar pada tahun sebelumnya.

Laba kotor yang dibukukan mencapai Rp 23,7 miliar, tumbuh tipis 0,18 persen secara tahunan.

Irsyad Hanif menambahkan bahwa pencapaian tersebut membuktikan kemampuan perseroan bertahan di tengah ketegangan geopolitik, volatilitas pasar, gangguan rantai pasokan energi, dan perlambatan pertumbuhan global.

>>> Uji Durabilitas Motor Listrik: 1.200 Km dari Banten ke Bali

Terkait prospek industri kemasan makanan, data Kementerian Perindustrian menunjukkan PDB industri makanan dan minuman nasional tumbuh 6,49 persen, di atas PDB industri pengolahan nonmigas sebesar 5,58 persen.

Irsyad Hanif menilai industri makanan dan minuman Indonesia memiliki potensi pertumbuhan besar karena didukung sumber daya alam dan permintaan domestik yang meningkat.

Kementerian Perindustrian saat ini mendorong diversifikasi bahan baku kemasan guna mengurangi ketergantungan pada plastik.

Porsi kemasan kertas kini sekitar 28 persen, sementara kemasan fleksibel berbasis plastik masih mendominasi sebesar 48 persen.

Irsyad Hanif menegaskan komitmen perusahaan untuk berkontribusi positif menjaga keberlanjutan lingkungan dan memberi manfaat berkesinambungan bagi semua pihak.

>>> Bank Indonesia Naikkan BI-Rate Jadi 5,75 Persen, Respons Ketidakpastian Global

PT Paperocks Indonesia Tbk merupakan perusahaan swasta yang didirikan sejak 2011, berfokus pada produksi, distribusi, pemasaran, dan penjualan kemasan berbahan kertas food grade untuk restoran dan kafe.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru