Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang memberikan edukasi pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan tindak pidana penyelundupan manusia (TPPM) kepada santri Pondok Pesantren Tahfizh Darul Quran, Tangerang, Banten.
Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (18/6/2026) melalui program Desa Binaan Imigrasi.
>>> PN Jaktim Tunda Sidang Tuntutan Kasus Pembunuhan Ilham Pradipta
Sasaran edukasi adalah kelompok usia produktif di lembaga pendidikan yang dinilai rentan menjadi korban kejahatan transnasional.
Fokus pada Pendidikan
Kepala Kantor Imigrasi Tangerang, Hasanin, mengatakan program ini menyasar pesantren, SMA, hingga perguruan tinggi.
"Kami melihat Pondok Pesantren Darul Quran ini juga ada potensi, anak-anak muda tidak hanya sekolah SMA, perguruan tinggi juga," ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari 15 program strategis Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto.
Sejak 2025, sekitar 50 desa binaan telah terbentuk di Kota Tangerang, termasuk di kawasan Dongkal Raya, Ketapang.
Pesantren yang dipimpin Ustadz Yusuf Mansur ini menjadi titik kedua dari target tujuh pesantren di Tangerang.
Selain edukasi, imigrasi juga membuka layanan paspor simpatik karena banyak santri berpotensi melanjutkan studi ke luar negeri.
>>> Elon Musk Jadi Triliuner Pertama Usai Saham SpaceX Melantai di Nasdaq
Hasanin menambahkan, "Karena itulah kami hadir di sini, melihat santri dari pimpinan pesantren Pak Kiai Yusuf Mansur, banyak yang mengirim santri-santri untuk sekolah di luar negeri."
Pimpinan Pondok Pesantren Tahfizh Darul Quran, Ustadz Yusuf Mansur, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia mengatakan sosialisasi ini memberikan pemahaman baru mengenai risiko nyata yang dihadapi korban perdagangan orang.
"Kami berterima kasih kepada Imigrasi, penting banget anak-anak kami dan keluarga besar kami, khususnya di Darul Qur'an menerima sosialisasi tentang bahayanya TPPO dan TPPM," kata Yusuf.
Yusuf juga menekankan pentingnya kejujuran saat mengajukan paspor.
"Saya juga baru harus dikasih tahu, terutama tadi teman-teman menjelaskan pada saat bikin paspor harus jujur, padahal memang suka nutup-nutupin ternyata sampai sana dia bahaya," ujarnya.
Agenda edukasi ini dihadiri lebih dari 20 santri, sementara layanan paspor simpatik diikuti 25 pemohon.
>>> OJK Tetapkan Jeffrey Hendrik sebagai Dirut BEI Periode 2026-2030
Kantor Imigrasi Tangerang menjadwalkan kegiatan Desa Binaan Imigrasi setiap bulan untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap bahaya TPPO dan TPPM.