Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan susunan direksi baru Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk masa jabatan 2026-2030. Jeffrey Hendrik resmi dipilih sebagai Direktur Utama menggantikan Iman Rachman.
Sebelumnya, Jeffrey menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI. Dalam struktur baru, ia akan didampingi oleh enam direktur lainnya.
>>> Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen, Perkuat Stabilitas Rupiah
Saidu Solihin ditunjuk sebagai Direktur Penilaian Perusahaan. Irvan Susandy mengisi posisi Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa.
Yulianto Aji Sadono dipercaya sebagai Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan. Abdul Munim menjabat Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko.
Iding Pardi, yang masih aktif sebagai Direktur Utama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), ditunjuk sebagai Direktur Pengembangan. Umi Kulsum mengisi posisi Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum.
Ketujuh direktur tersebut akan diangkat secara resmi melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan BEI 2026 pada 29 Juni 2026.
Perjalanan Karier Jeffrey Hendrik
Jeffrey Hendrik memulai kariernya di PT Zone Pratama pada 1994. Dua tahun kemudian, ia bergabung dengan divisi Corporate Finance PT Transpacific Securindo hingga 1999.
>>> Asep Supena Ungkap Enam Hambatan Belajar Mahasiswa Disabilitas Netra
Ia kemudian menjabat sebagai Direktur Utama PT Phintraco Sekuritas dari 1999 hingga 2022.
Jeffrey juga aktif di Komite Perdagangan dan Penyelesaian Transaksi Efek BEI serta Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI).
Jeffrey merupakan lulusan Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti pada 1995. Ia pertama kali masuk jajaran direksi BEI sebagai Direktur Pengembangan sejak RUPST 29 Juni 2022.
Di tengah fluktuasi IHSG dan dinamika global, Jeffrey menegaskan komitmen BEI memperkuat transparansi dan tata kelola.
"Kami membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia, tidak hanya dari nilai perdagangan tetapi juga transparansi," ujarnya.
>>> Cristiano Ronaldo Dinilai Layak Juarai Piala Dunia 2026
BEI juga telah berkomunikasi dengan penyedia indeks global untuk menyelaraskan standar internasional. "Kami menampung harapan investor dan akan mewujudkannya secepat mungkin," kata Jeffrey.