Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,78 persen ke level 6.172,34 pada perdagangan Kamis (18/6/2026).
Pelemahan ini dipicu oleh tekanan di sektor keuangan, infrastruktur, dan kesehatan.
>>> Putin Jamu Pemimpin ASEAN di Kazan, Perkuat Kemitraan Strategis
Indeks saham unggulan LQ45 juga ikut terkoreksi 1,34 persen ke posisi 616,92.
Aktivitas perdagangan tercatat ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp17,45 triliun dan volume 25,08 miliar saham.
Sebanyak 419 saham melemah, 258 saham menguat, dan 137 saham stagnan.
Sektor infrastruktur menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan 1,96 persen, disusul sektor keuangan turun 1,32 persen dan kesehatan terkoreksi 1,07 persen.
Di sisi lain, lima sektor berhasil bertahan di zona hijau, dipimpin sektor barang baku yang melonjak 2,49 persen.
>>> Dishub DKI Sediakan 8 Kantong Parkir untuk Haul Akbar Monas
Di kelompok LQ45, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) memimpin penguatan sebesar 7,53 persen.
Sementara itu, PT Indosat Tbk (ISAT) mencatat penurunan terdalam hingga 6,74 persen. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mendominasi nilai transaksi tertinggi mencapai Rp1,51 triliun.
Volume perdagangan terbesar dicatat oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebanyak 27,42 juta lembar saham.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah melemah 0,18 persen ke level Rp17.794 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi tak lama setelah Bank Indonesia mengumumkan kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.
>>> Barcelona Teguh Kejar Julian Alvarez meski Atletico Madrid Pasang Jalan Terjal
Sementara itu, bursa Asia bergerak variatif dengan Nikkei 225 Jepang menguat 1,65 persen dan Hang Seng Hong Kong melemah 1,59 persen.