⌂ Beranda News Suku Bunga The Fed Tahan Kenaikan Bitcoin, Harga Bergerak di US$64.000

Suku Bunga The Fed Tahan Kenaikan Bitcoin, Harga Bergerak di US$64.000

Suku Bunga The Fed Tahan Kenaikan Bitcoin, Harga Bergerak di US$64.000
Ilustrasi: Suku Bunga The Fed Tahan Kenaikan Bitcoin, Harga Bergerak di US$64.000
A A Ukuran Teks16px

Harga Bitcoin (BTC) kembali bergerak di kisaran US$64.000 setelah pasar keuangan merespons hasil pertemuan terbaru Federal Open Market Committee (FOMC) pada Jumat (19/6/2026).

Langkah bank sentral Amerika Serikat (AS) yang dinilai lebih hawkish memicu penurunan ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.

>>> Raja Charles III Ungkap Tagihan Pajak Pribadi, Tingkatkan Transparansi Kerajaan Inggris

Keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan di rentang 3,50%-3,75% berdampak langsung pada aliran dana investasi.

Produk ETF spot Bitcoin dan Ethereum di AS mencatat arus keluar bersih hingga mencapai US$112,8 juta karena investor cenderung mengambil posisi defensif.

Koreksi harga yang terjadi pasca-pengumuman FOMC dinilai sebagai bentuk reaksi yang wajar bagi pasar keuangan global saat arah kebijakan moneter berubah.

in2

Dinamika pasar kripto dalam jangka pendek masih akan terus diwarnai oleh volatilitas akibat pengaruh sentimen makroekonomi.

Aloysia Dian, Chief Marketing Officer Indodax, mengatakan bahwa volatilitas seperti ini bukan sesuatu yang baru bagi pasar aset kripto.

Ia menekankan pentingnya investor memahami pergerakan harga jangka pendek yang seringkali dipengaruhi sentimen makro, sehingga keputusan investasi sebaiknya tetap didasarkan pada riset dan strategi yang matang.

Perubahan strategi investasi dinilai sangat penting dalam menghadapi situasi pasar saat ini, terutama untuk meninjau kembali profil risiko serta target keuangan.

Penurunan harga Bitcoin sebaiknya tidak membuat pelaku pasar melupakan indikator fundamental jangka panjang seperti adopsi aset digital dan perkembangan teknologi blockchain.

>>> Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi

Kebijakan moneter The Fed kali ini juga membawa ketidakpastian baru setelah otoritas tersebut menghapus panduan eksplisit mengenai arah suku bunga di masa depan.

Situasi ini memaksa pasar untuk lebih mencermati indikator ekonomi terkini seperti data inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta kondisi ketenagakerjaan di AS.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru