Di tengah banyaknya pencari kerja dengan latar belakang pendidikan serupa, perusahaan kini semakin mempertimbangkan kemampuan praktis dan kesiapan kandidat untuk langsung bekerja.
Mentor karier sekaligus founder Qualifin.
>>> Kemenag Tetapkan Hari Asyura 10 Muharam 1448 H Jatuh pada 25 Juni 2026
id, Muhammad Ghithrif Gustomo Putra, mengatakan bahwa indeks prestasi kumulatif (IPK) memang masih menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam proses rekrutmen.
Namun, faktor tersebut bukan lagi satu-satunya penentu apakah seorang kandidat akan dilirik oleh perusahaan.
Menurut dia, lulusan baru perlu memiliki nilai tambah yang dapat membedakan dirinya dari pelamar lain.
IPK Tetap Penting tapi Bukan Satu-satunya Penilaian
Ghithrif menjelaskan, banyak lulusan baru masih beranggapan bahwa IPK tinggi merupakan jaminan untuk memperoleh pekerjaan.
Padahal, kebutuhan industri saat ini telah berkembang dan perusahaan mencari kandidat yang memiliki kombinasi antara kemampuan akademik serta keterampilan praktis.
“Untuk daya saing sekarang ini, enggak hanya cukup dengan IPK yang bagus.
Meski begitu, IPK yang tinggi tetap penting, namun para HR bukan cuma melihat dari IPK saja,” jelas Ghithrif saat diwawancarai Kompas.
com, Kamis (18/6/2026).
Selain melihat pencapaian selama kuliah, perusahaan juga ingin mengetahui sejauh mana calon karyawan memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan pekerjaan.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri yang berlangsung cepat, perusahaan cenderung mencari kandidat yang mampu beradaptasi dan memiliki keterampilan yang dapat langsung diterapkan di lingkungan kerja.
Sertifikasi Menjadi Nilai Tambah bagi Lulusan Baru
Salah satu aspek yang kini semakin banyak diperhatikan oleh perusahaan adalah kepemilikan sertifikasi profesional.
Sertifikasi dianggap sebagai bukti bahwa seseorang telah mempelajari keterampilan tertentu dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang yang diminati.
Ghithrif mengungkap, sertifikasi dapat menjadi pembeda penting di antara para pelamar yang memiliki latar belakang pendidikan serupa.
“Salah satu hal penting lainnya yaitu sertifikasi di kemampuan atau bidang lainnya.
Para lulusan baru ini bukan hanya berbekal pengetahui ilmu dari perkuliahan, tetapi juga ada nilai lebih dari sertifikasi,” ujarnya.