Tim ekspedisi berhasil menemukan bangkai kapal penjara militer Jepang, Hofuku Maru, di lepas pantai barat Pulau Luzon, Filipina.
Penemuan ini dikonfirmasi melalui lima kali penyelaman pada kedalaman sekitar 50 meter pada Januari 2026.
>>> Whoosh Gelar Promo Diskon Tiket Rombongan hingga 20 Persen
Kapal tersebut tenggelam akibat serangan pesawat tempur Amerika Serikat pada 21 September 1944.
Saat itu, Hofuku Maru sedang berlayar menuju Jepang setelah mengangkut lebih dari 1.200 tawanan perang.
Para tawanan sebelumnya dipaksa bekerja dalam proyek 'Rel Kereta Kematian' Burma-Thailand. Mereka akan dipindahkan ke kamp-kamp kerja lainnya di Jepang.
Kesalahan Identifikasi Target Sekutu
Pemimpin ekspedisi, Josh Gates, bekerja sama dengan Hellships Memorial Foundation untuk melacak keberadaan kapal tersebut. Ia menjelaskan bahwa banyak kapal pengangkut tawanan ditenggelamkan oleh Sekutu karena kesalahan identifikasi.
"Kapal-kapal itu dicat agar terlihat seperti kapal militer, dan posisinya berada di dalam konvoi Jepang sehingga Sekutu mengira kapal-kapal itu adalah target militer yang sah," ungkap Gates kepada Live Science.
>>> Wisatawan Wanita Ancam Loncat ke Laut di Nusa Penida Gegara Cekcok Jadwal Kapal
Serangan torpedo menghancurkan Hofuku Maru hingga terbelah menjadi dua bagian. Sekitar 1.040 tawanan perang asal Inggris dan Belanda tewas dalam insiden tersebut.
Pemerintah Jepang selama Perang Dunia II mengabaikan batasan tenaga kerja Konvensi Jenewa 1929 dengan alasan belum meratifikasi aturan tersebut.
Hampir sepertiga dari total 132.100 tawanan Sekutu tewas akibat kelelahan, kelaparan, dan penyakit.
Pemindaian menggunakan teknologi sonar dan kendaraan bawah air telah mengonfirmasi struktur kehancuran fisik Hofuku Maru di dasar laut.
>>> Pemprov Jatim Dorong Kemitraan Percepat Pengembangan Perhutanan Sosial
Lokasi penemuan kini ditetapkan sebagai situs kuburan perang yang dilindungi.