⌂ Beranda News Polisi Temukan Jasad Pria Membusuk Enam Hari Ditemani Istri di Serang

Polisi Temukan Jasad Pria Membusuk Enam Hari Ditemani Istri di Serang

Polisi Temukan Jasad Pria Membusuk Enam Hari Ditemani Istri di Serang
Polisi di lokasi penemuan jasad pria membusuk di Serang
A A Ukuran Teks16px

Polisi menemukan jasad pria berinisial I (68) dalam kondisi membusuk di dalam kamar rumahnya di Perumahan TBL, Kota Serang, Banten.

Korban diduga telah meninggal dunia sejak enam hari lalu.

>>> Produksi Smartphone Global 2026 Diprediksi Menyusut 16,2% Akibat Lonjakan Harga Memori

Penemuan mayat tersebut terjadi pada Rabu (17/6/2026) pagi setelah warga mencium bau menyengat dari rumah korban.

Warga kemudian mengecek dan menemukan jasad pria itu bersama istrinya yang berinisial S.

Kanit Bhabinkamtibmas Polsek Serang Kota, Iptu Irwan, membenarkan kejadian tersebut setelah mengecek lokasi. "Diketahui, ada korban I dan istrinya yang mengalami gangguan kejiwaan, berinisial S.

Diketahui setelah membuka pintu dan mencium aroma tak sedap," ujarnya.

Warga setempat, Milda Nurlita, menuturkan bahwa sebelum mayat ditemukan, istri korban sempat meminta tolong karena mengira suaminya sakit.

Namun saat warga datang, suaminya sudah meninggal dengan kondisi tubuh membiru dan dipenuhi belatung.

Milda menirukan ucapan S yang mengatakan suaminya tidak mau makan dan minum obat selama enam hari.

>>> Mahasiswa Demo di Patung Kuda Tuntut Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

"Si I ini bandel disuruh makan sama minum obat nggak mau, ngancing (tutup mulut) ajah. Udah enam hari ngancing (mingkem) ajah, udah nggak makan-minum," kata Milda.

Tiga hari sebelumnya, Milda bertemu dengan istri korban dan menanyakan kondisi suaminya. S menjawab suaminya sedang tidur.

Warga tidak curiga karena tidak diperbolehkan masuk ke rumah.

Warga sempat mencium bau bangkai, tetapi mengira itu berasal dari bangkai tikus. "Kita pikir bukan di rumah korban, warga pikir ini bangkai tikus," kata Milda.

Pasangan suami istri itu pindah dari Bekasi ke perumahan tersebut pada tahun 2021. Menurut Milda, sejak awal tinggal, S diduga mengalami gangguan kejiwaan.

"Sudah gangguan mental, kadang ngamuk, kadang ngomong sendiri," ungkapnya.

Mereka tinggal berdua di rumah tersebut. Anak kedua mereka meninggal pada tahun 2023, sementara anak pertama tinggal di Depok.

>>> Ken Matador Hadirkan Busana Jumbo untuk Atasi Kesulitan Pria Bertubuh Besar

Anak pertama baru datang setelah proses autopsi selesai untuk menyalatkan jenazah.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru