PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) menargetkan pendapatan sebesar Rp 1,01 triliun pada tahun 2026.
Target ini tumbuh sekitar 35 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp 750 miliar.
>>> Prodia Diagnostic Line Siap IPO, Incar Dana Rp62,74 Miliar
Lonjakan pendapatan akan didorong oleh optimalisasi penjualan kapasitas jaringan kabel laut dan darat yang dimiliki perseroan.
Salah satu proyek yang menjadi andalan adalah Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Rising 8 Segmen Jakarta-Batam yang baru rampung.
Proyek SKKL Rising 8 dan Rencana Lanjutan
Direktur Utama Ketrosden Triasmitra, Titus Dondi Patria, menyatakan bahwa penyelesaian SKKL Rising 8 menunjukkan kapabilitas perusahaan dalam mengembangkan infrastruktur kabel laut berteknologi tinggi secara mandiri.
Kabel bawah laut sepanjang 1.054 kilometer ini dipasang menggunakan kapal milik sendiri, CLV Bentang Bahari, dengan spesifikasi 16 fiber pair dan 11 repeater.
Kapasitas desainnya mencapai 400 Tbps.
>>> Tiga HP Lipat Samsung Generasi Terbaru Lolos Sertifikasi TKDN
Sebelum proyek selesai, manajemen telah mendapatkan komitmen tertulis dari lima pelanggan yang siap menggunakan kapasitas jaringan tersebut. Kini KETR bersiap memulai proyek SKKL Median Ring Indonesia (Merindo).
Proyek Merindo dirancang sepanjang 2.360 kilometer dengan kapasitas 24 Tbps per fiber pair. Tahap pertama akan menghubungkan Banyuurip, Mataram, Makassar, hingga Labuan Bajo.
Perusahaan menargetkan penggelaran kabel dimulai pada kuartal III tahun 2027 dan beroperasi penuh pada awal 2028.
Kinerja Keuangan dan Perubahan Susunan Pengurus
Sepanjang tahun buku 2025, KETR membukukan laba usaha Rp 263 miliar, tumbuh 39 persen. Laba bersih melonjak 63 persen menjadi Rp 138 miliar.
>>> Timnas Jerman Targetkan Kemenangan Cepat atas Pantai Gading
Melalui RUPST, pemegang saham merombak susunan pengurus dengan mengangkat Kennedy Simanjuntak sebagai Komisaris Independen menggantikan Nelly Henry. Glory Simanjuntak juga diangkat sebagai Komisaris.
