Kirab malam 1 Suro 2026 di Pura Mangkunegaran, Surakarta, pada Selasa malam (16/6/2026) tidak hanya menjadi momen sakral, tetapi juga menyuguhkan pemandangan menarik dari penampilan para pesertanya.
Mereka mengenakan busana sesuai pakem adat. Berikut sembilan gaya yang mencuri perhatian dalam kirab tersebut.
>>> Mandiri Jogja Marathon 2026 Targetkan Dampak Sport Tourism Nasional
Gaya Busana Peserta Kirab
Kebaya hitam tetap berkelas.
Aktris senior Christine Hakim dan peserta bernama Dhita tampil anggun dengan kebaya hitam dipadukan jarik bermotif klasik, gelung Jawa rapi, serta aksesori emas atau samir hijau-kuning dengan untaian melati.
Gelung Jawa klasik tanpa aksesori mencolok menjadi pilihan. Relawan mahasiswa Novia menggunakan gelung model tradisional atau ukel konde tanpa cundhuk kembang agar tampak bersahaja.
Jarik sogan sebagai identitas tradisi.
Hampir seluruh peserta dan tamu undangan, seperti Dennis Pudya (Branch Manager Garuda Indonesia Solo dan Yogyakarta) beserta istri, mengenakan jarik cokelat keemasan khas sogan bermotif Surakarta gaya Mangkunegaran.
Beskap hitam memberi kesan gagah.
Peserta laki-laki, termasuk duo musisi elektronik Bottle Smoker (Angkuy dan Nobie), tampil rapi dengan beskap krowok hitam khas Mangkunegaran yang memperkuat suasana khidmat.
>>> Sopir Angkot Bogor Protes Penambahan Titik Pemberhentian Biskita
Blangkon gaya Mangkunegaran yang khas melengkapi penampilan. Mahasiswa Daffa dan Krisna menggunakan blangkon dengan ciri simpul pita di bagian belakang.
Rias wajah natural dipilih mayoritas peserta perempuan. Irene dan teman-temannya menonjolkan kesan segar dan sopan, selaras dengan nilai kesederhanaan kirab.
Paduan busana lintas generasi terlihat dari peserta berbagai usia, mulai dari anak muda hingga satu keluarga dari Surabaya.
Ini menunjukkan penerusan tradisi ke generasi muda.
Samir dan untaian melati sebagai aksen tradisional.
Jojo dan teman-temannya melengkapi kebaya hitam dan jarik sogan dengan samir hijau-kuning serta rangkaian bunga melati di bagian depan tubuh.
Kesederhanaan justru menjadi daya tarik utama. Kepatuhan pada pakem tanpa perhiasan berlebihan membuktikan keanggunan tidak selalu lahir dari kemewahan.
>>> Timnas Honor of Kings Indonesia Lolos ke Asian Games 2026
Dengan balutan kebaya hitam, gelung Jawa, beskap, blangkon, dan jarik sogan, para peserta Kirab 1 Suro 2026 menghadirkan potret warisan budaya yang tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat masa kini.