⌂ Beranda News Wuling Pastikan Seluruh Kontainer Telah Keluar dari Pelabuhan Tanjung Priok

Wuling Pastikan Seluruh Kontainer Telah Keluar dari Pelabuhan Tanjung Priok

Wuling Pastikan Seluruh Kontainer Telah Keluar dari Pelabuhan Tanjung Priok
Kontainer Wuling Motors di Pelabuhan Tanjung Priok
A A Ukuran Teks16px

Wuling Motors memastikan seluruh kontainer miliknya telah dikeluarkan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada Kamis (18/6/2026).

Langkah ini menyusul teguran dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terkait penumpukan kargo.

>>> Pengungsi Gempa Palu Melahirkan Anak Ketiga di Tenda Darurat Sigi

Marketing Director Wuling Motors Ricky Christian mengatakan pihak perusahaan segera melakukan investigasi internal setelah menerima informasi dari media massa.

"Kami telah memperoleh informasi tersebut pada hari ini melalui rekan-rekan media dan kami telah melakukan pengecekan bersama tim terkait," ujarnya.

Hasil klarifikasi internal menunjukkan adanya hambatan teknis dalam proses distribusi di awal bulan Juni. Namun, volume peti kemas yang mengalami keterlambatan pengangkutan relatif kecil.

Manajemen kemudian melakukan percepatan pengurusan dokumen dan armada pengangkut. "Per tanggal 11 Juni lalu kami sudah menyelesaikan keseluruhan kontainer untuk keluar dari port," kata Ricky Christian.

>>> Ribuan Petani dan Pedagang Dukung Prabowo di Jakarta

Pernyataan resmi ini dikeluarkan untuk meluruskan persepsi publik. "Kami berharap ini bisa menjadi respons atas pemberitaan yang ada," tambahnya.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama mengungkapkan masih ada sekitar 10.000 kontainer yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok.

Otoritas menegaskan keterlambatan merupakan tanggung jawab perusahaan pemilik barang, bukan karena hambatan birokrasi.

Djaka mencontohkan BYD dan Wuling yang memanfaatkan fasilitas pelabuhan lebih dari dua minggu setelah SPPB keluar.

>>> Meksiko Kalahkan Korea Selatan 1-0, Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Analisis Bea Cukai menduga ada motif efisiensi biaya karena tarif sewa lahan di pelabuhan lebih murah dibandingkan gudang swasta.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru