Bidang Penyelenggara Peribadatan Badan Pengelola Masjid Istiqlal menerbitkan naskah khutbah Jumat pertama bulan Muharram 1448 H. Naskah tersebut bertujuan mengajak umat Islam memaknai esensi transformasi diri.
Khutbah bertajuk "Spirit Hijrah dan Perubahan Menuju Masa Depan Lebih Baik" disusun oleh Direktur Madrasah Istiqlal Jakarta, Moch.
>>> KKP Tegaskan Pengurusan Sertifikat Mutu Perikanan Gratis
Taufiqurrahman. Naskah ini dimuat dalam buku Mimbar Jumat Edisi 1223 Tahun XXV/2023.
Materi khutbah menekankan pentingnya meninggalkan kemaksiatan dan melakukan evaluasi diri secara total. Momentum pergantian tahun baru Hijriah menjadi latar belakang pesan tersebut.
Sejarah mencatat penentuan awal kalender Islam bertumpu pada perpindahan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah pada 2 Juli 622 M.
Peristiwa itu kemudian ditetapkan menjadi sistem penanggalan oleh Khalifah Umar bin Khattab.
Perpindahan tersebut membawa perubahan konseptual dari pola kemusyrikan menuju ketauhidan. Posisi sosial-politik umat Islam berubah dari kelompok lemah menjadi pemegang kendali kepemimpinan di Madinah.
Dalam naskah khutbah, terdapat pemaparan pandangan pakar leksikografi Al-Qur'an, Ragib Al-Isfahani. Ia mengemukakan tiga pengertian mendasar dari istilah hijrah bagi kaum muslimin.
>>> Meksiko Taklukkan Korea Selatan 1-0 dan Segel Tiket Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Arti pertama adalah meninggalkan wilayah yang penduduknya tidak bersahabat menuju daerah yang aman. Hal ini tercermin dalam Al-Qur'an Surah as-Saffat ayat 99.
Pengertian kedua mencakup proses meninggalkan syahwat, perilaku buruk, dan dosa demi kemaslahatan. Hal ini sesuai dengan isi Surah al-Ankabut ayat 26.
Pemaknaan ketiga dari hijrah melibatkan upaya menjauhi segala bentuk kemaksiatan, narsisme, dan hedonisme. Upaya ini dilakukan melalui pengendalian hawa nafsu secara sungguh-sungguh.
Naskah khutbah juga mengutip hadis riwayat Bukhari yang menyatakan, "Orang yang berhijrah ialah orang yang meninggalkan segala yang dibenci Allah."
Prinsip perpindahan ini digambarkan selalu beriringan dengan aspek keimanan dan perjuangan nyata.
Melalui kutipan Surah at-Taubah ayat 20, naskah khutbah menegaskan bahwa sikap melawan kezaliman dan kemaksiatan merupakan perwujudan iman yang tulus.
>>> Bank Raya Pacu Transaksi Digital Lewat Program Lelang Raya Poin
Seorang muslim tidak akan nyaman berada di lingkungan yang penuh kemungkaran.