⌂ Beranda News Burung Perkici Muka Biru yang Sangat Langka Ditemukan Kembali di Pulau Buru

Burung Perkici Muka Biru yang Sangat Langka Ditemukan Kembali di Pulau Buru

Burung Perkici Muka Biru yang Sangat Langka Ditemukan Kembali di Pulau Buru
Burung perkici muka biru yang langka ditemukan di Pulau Buru
A A Ukuran Teks16px

Spesies burung langka yang sangat sulit dijumpai, perkici muka biru (blue fronted lorikeet), telah ditemukan kembali di dataran tinggi terpencil Pulau Buru, Indonesia.

Keberadaan burung ini sempat menghilang selama hampir 100 tahun.

>>> Peluang Ekonomi Pasca-Damai Iran-AS: Optimisme dan Tantangan

Penemuan kembali ini terjadi setelah sebuah ekspedisi pendakian selama 14 hari yang dilakukan untuk melacak salah satu unggas paling misterius di dunia tersebut.

Sejarah dan Upaya Pencarian

Burung perkici muka biru pertama kali dideskripsikan berdasarkan tujuh spesimen pada era 1920-an. Spesies endemik ini memiliki bulu berwarna hijau limau cerah dengan paruh oranye.

Setelah tidak terlihat lagi selama hampir satu abad, sebuah foto berhasil diabadikan pada tahun 2014 oleh Craig Robson.

Keberadaannya yang misterius membuat burung ini masuk dalam program Search for Lost Birds, sebuah kemitraan global yang mengklasifikasikan spesies ini dengan status sangat terancam punah.

Para ahli menduga burung ini luput dari pandangan karena kondisi kawasan Gunung Kapalatmada yang sangat terpencil dan sulit diakses, serta kemungkinan populasi yang tersisa bersembunyi di wilayah elevasi yang lebih tinggi.

Pada April 2026, sekelompok pengamat burung berhasil mencapai puncak tertinggi pulau tersebut dan melihat dua ekor burung perkici muka biru terbang melintas.

John C. Mittermeier, Direktur Search for Lost Birds di ABC, mengungkapkan kegembiraannya saat menyadari penampakan tersebut.

>>> Kementan Peringatkan Risiko Penggunaan Paracetamol pada Tanaman Cabai

"Saya sangat girang dan kehilangan kata-kata saat menyadari itu adalah burung perkici muka biru," ujarnya.

Beberapa hari kemudian, seekor perkici lainnya muncul dan berhasil didokumentasikan dalam foto, menjadi dokumentasi terbaru sejak 2014.

Sumaraja, pemandu sekaligus pemimpin tur dari Birdtour Asia, mengaku terharu melihat burung tersebut masih ada.

Tim ekspedisi juga berhasil merekam suara kicauan dari unggas tersebut, namun belum dapat memastikan jumlah pasti populasinya di alam liar.

Benny A.

Siregar, Koordinator Maluku di Burung Indonesia, menyoroti ancaman deforestasi yang terus menekan habitat burung ini, mengingat populasinya diperkirakan sangat kecil dan rentan.

>>> Harga Emas Antam Anjlok Rp30.000 per Gram, Buyback Turun Lebih Dalam

Penemuan ini menegaskan kemampuan spesies langka tersebut untuk bertahan hidup di lokasi terpencil dan diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat untuk melestarikan hutan di Pulau Buru.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru