Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengumumkan pemutusan seluruh hubungan diplomatik dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas pada Kamis (18/6/2026).
Langkah ini diambil menyusul laporan pernyataan Kallas yang menyamakan Israel dengan sistem apartheid di Afrika Selatan.
>>> SPUN dan Privy Sediakan Layanan Pengajuan Visa Digital di Stasiun MRT Blok A
Hubungan kedua pihak memburuk sejak konflik di Jalur Gaza meletus pada Oktober 2023. Perselisihan ini diperparah oleh aksi kekerasan kelompok pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat.
Saar menuduh Kallas bersikap tidak adil dan memiliki obsesi negatif terhadap negaranya. Tuduhan ini didasarkan pada laporan analogi rasis yang disampaikan Kallas saat mengunjungi Meksiko bulan lalu.
Pemerintah Israel menyayangkan sikap diam Kallas yang tidak memberikan klarifikasi resmi setelah kabar tersebut beredar luas.
Keputusan pemutusan hubungan ini akan berlaku sampai Kallas menarik kembali ucapannya yang dianggap fitnah terhadap Israel.
>>> Gigitan Serangga Sebabkan Infeksi Parah, Warga Jakarta Barat Operasi Kaki
Saar menambahkan bahwa Kallas harus bertanggung jawab atau segera membantah isu tersebut jika merasa tidak pernah mengucapkannya.
Di sisi lain, Kallas menolak membahas substansi tuduhan isu apartheid, namun menyatakan tetap terbuka untuk komunikasi bilateral demi perdamaian kawasan.
Kallas menekankan bahwa solusi dua negara tetap menjadi landasan utama Uni Eropa untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah.
>>> Korea Selatan Kalah 0-1 dari Meksiko di Piala Dunia 2026
Pihak Uni Eropa juga menegaskan posisi resminya yang menentang keberadaan permukiman ilegal Israel di Tepi Barat.