⌂ Beranda News BI Prediksi Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Dongkrak Inflasi 0,25%

BI Prediksi Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Dongkrak Inflasi 0,25%

BI Prediksi Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Dongkrak Inflasi 0,25%
Gedung Bank Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi akan memberikan tambahan tekanan terhadap inflasi nasional sekitar 0,25 persen.

Tekanan inflasi ini dipicu oleh lonjakan harga energi global yang langsung berdampak pada kelompok harga yang diatur pemerintah.

>>> Marc Cucurella Ungkap Alasan Pindah ke Real Madrid Meski Alumni Barcelona

Contohnya adalah kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter dan Pertamax Green menjadi Rp 17.000 per liter.

Sebaliknya, penurunan harga terjadi pada BBM jenis Dexlite yang kini Rp 23.000 per liter dan Pertamina Dex yang turun menjadi Rp 24.800 per liter.

Deputi Gubernur BI, Aida S.

Budiman, menyatakan bahwa fluktuasi harga akan tergantung pada harga global, namun perhitungan BI memperkirakan kontribusi sekitar 0,25 persen terhadap inflasi.

Kenaikan harga komoditas global juga berisiko memengaruhi kelompok pangan bergejolak, namun dampaknya diperkirakan terbatas berkat ketersediaan pupuk domestik yang memadai.

Meskipun proyeksi inflasi mengalami peningkatan, Aida menegaskan bahwa semuanya masih berada dalam target yang ditetapkan.

Pemerintah dan BI menetapkan sasaran target inflasi nasional berada pada kisaran 1,5-3,5 persen.

>>> Israel Putus Hubungan Diplomatik dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri UE

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa potensi risiko inflasi dari pergerakan harga komoditas global menjadi pertimbangan kenaikan BI rate sebagai langkah antisipatif.

Hal ini dilakukan untuk memastikan inflasi dalam dua tahun ke depan, 2026-2027, tetap terkendali dari dampak global.

Deputi Gubernur BI lainnya, Ricky P.

Gozali, menambahkan bahwa faktor risiko lain yang dapat memberikan tekanan inflasi ke depan meliputi important inflation dan faktor cuaca.

Berdasarkan catatan BI pada Mei 2026, inflasi nasional berada di angka 3,08 persen secara tahunan, sementara inflasi kelompok pangan bergejolak menyentuh 6,24 persen.

BI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta stabilitas harga pangan.

>>> SPUN dan Privy Sediakan Layanan Pengajuan Visa Digital di Stasiun MRT Blok A

Saat ini, 13 provinsi mencatat inflasi di atas target akibat kenaikan harga komoditas hortikultura serta ancaman El Nino.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru