Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan rencana prioritas pembangunan tajuk atau masjid berukuran kecil di berbagai daerah di Jawa Barat.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri acara keagamaan di Masjid Raya Al-Jabbar pada Selasa, 9 Juni 2026.
>>> Bareskrim Polri Tangkap Pengendali Uang Fredy Pratama di Malaysia
Program ini bertujuan untuk memfasilitasi kebutuhan spiritual masyarakat yang tersedia setiap saat.
"Kami ingin membangun masjid-masjid kecil di lingkungan masyarakat yang membutuhkannya dalam setiap waktu.
Kan kalau masjid-masjid yang megah sudah banyak di Jawa Barat," ucap Dedi Mulyadi dalam keterangan tertulis, Jumat, 19 Juni 2026.
Pembangunan Bertahap dan Integrasi Bantuan
Pembangunan dan pengembangan tajuk di lingkungan warga akan direalisasikan secara bertahap lewat integrasi bantuan dari seluruh pihak.
Melalui skema ini, rumah ibadah berskala kecil tersebut tidak memerlukan pembentukan Dewan Kemakmuran Masjid yang baru.
"Kami ingin membangun masjid yang ada jamaahnya, tempat anak-anak ngaji, tempat ibadah rakyat di situ," imbuh Dedi Mulyadi.
>>> Cara Daftar SPMB NTT 2026 Jenjang SMA dan SMK
Mantan Bupati Purwakarta yang akrab disapa KDM ini juga menyoroti adanya pergeseran fungsi rumah ibadah saat ini.
Menurut pandangannya, masjid kini kerap beralih fungsi menjadi area rekreasi ketimbang menjadi tempat bersujud, bertafakur, dan membina hubungan spiritual makhluk dengan Pencipta.
"Kalau masjid sarana rekreasi bukan sarana spiritualitas, maka masjid hanya akan menjadi tempat selfie bukan tempat tafakur," tegas Dedi Mulyadi.
Ia menambahkan bahwa esensi utama dari ibadah bertumpu pada ikatan batin individu dengan Tuhan, bukan pada kemewahan bangunan fisik.
"Bertafakur bisa dilakukan di mana saja. Bertafakur di kamar tidur, surau kecil, bawah pohon, tepi sawah, tepi danau, pinggir gunung, tepi samudra.
>>> Alfamart Gelar Promo JSM 19-21 Juni 2026, Diskon Besar-besaran
Tempat tak ada makna, yang paling utama adalah keheningan jiwa untuk mampu menghadirkan Tuhan dalam relung jiwa," pungkas Dedi Mulyadi.