⌂ Beranda News FAO Prediksi Produksi Gula Dunia Surplus pada Musim 2025/2026

FAO Prediksi Produksi Gula Dunia Surplus pada Musim 2025/2026

FAO Prediksi Produksi Gula Dunia Surplus pada Musim 2025/2026
Ilustrasi produksi gula global
A A Ukuran Teks16px

Organisasi Pangan Dunia (FAO) memperkirakan pasokan gula global akan mengalami surplus pada musim 2025/2026. Lonjakan produksi di sejumlah negara Asia dan perlambatan konsumsi menjadi faktor utama.

Dalam laporan Food Outlook edisi Juni 2026, FAO mencatat volume produksi gula dunia berpotensi mencapai 183,2 juta ton.

>>> Patricio Matricardi Prediksi Prancis Jadi Pesaing Berat Argentina di Piala Dunia 2026

Angka ini naik 3,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan produksi terutama didorong oleh hasil panen yang lebih baik di negara-negara produsen utama Asia.

India mengalami pemulihan sektor agraris, meskipun curah hujan masih menjadi faktor risiko di beberapa wilayah.

Thailand juga mencatat hasil panen yang signifikan berkat cuaca yang mendukung. Pertumbuhan produksi juga terjadi di China dan Pakistan.

Sebaliknya, produksi Brasil diperkirakan menurun selama dua musim berturut-turut. Industri di Brasil lebih memprioritaskan tebu untuk etanol guna memenuhi permintaan bahan bakar yang tinggi.

>>> BMKG: Sesar Kendeng Berpotensi Picu Gempa Magnitudo 7, Warga Diminta Tenang

Uni Eropa juga menghadapi penurunan output akibat berkurangnya luas lahan perkebunan bit gula. Sementara itu, konsumsi gula global pada musim 2025/2026 hanya tumbuh tipis 0,9%.

Lesunya aktivitas ekonomi dunia menahan permintaan dari sektor industri makanan dan minuman. Namun, konsumsi tetap tumbuh didukung permintaan kuat di Afrika dan Asia.

Volume perdagangan internasional gula diproyeksikan mencapai 64,1 juta ton, tumbuh 0,6% dari musim sebelumnya. Pasokan dari Thailand diharapkan menutupi kelangkaan ekspor dari Uni Eropa.

Ekspor Brasil diperkirakan stabil, sementara India hanya mencatat pertumbuhan minimal. Dari sisi impor, China melakukan pembelian besar, Uni Eropa memulihkan volume, dan Afrika menunjukkan permintaan tinggi.

>>> 10 Rekor Unik Piala Dunia yang Sulit Terpecahkan, dari Pele hingga El-Hadary

Konflik di Timur Tengah pada 2026 sempat mengganggu jalur perdagangan gula melalui Selat Hormuz. Hal ini memukul aktivitas pengiriman dari dan ke pusat pemurnian gula di kawasan Teluk.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru