⌂ Beranda News BEI Akan Klarifikasi ke MSCI Soal Kritik Akses Pasar Modal

BEI Akan Klarifikasi ke MSCI Soal Kritik Akses Pasar Modal

BEI Akan Klarifikasi ke MSCI Soal Kritik Akses Pasar Modal
Gedung Bursa Efek Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik merespons kritik Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai kesetaraan hak investor asing akibat keterbatasan informasi berbahasa Inggris di pasar modal domestik.

Pihak otoritas bursa menjadwalkan pertemuan lanjutan guna meminta penjelasan mendalam dari MSCI mengenai poin-poin yang menjadi perhatian lembaga indeks global tersebut.

>>> Mahasiswa Trisakti Bawa Tuntutan Tritura saat Demo di DPR

"Tentu setelah ini kami akan melakukan pertemuan lagi untuk melakukan klarifikasi atas beberapa poin yang menjadi concern," ujar Jeffrey Hendrik, Jumat (19/6/2026).

Klarifikasi ini diperlukan karena regulasi yang berlaku saat ini mewajibkan seluruh perusahaan tercatat atau emiten untuk menyampaikan laporan keuangan dalam dua bahasa.

"Nah itu informasi yang mana, sedangkan kan sesuai dengan peraturan bursa, seluruh laporan keuangan itu sudah harus disampaikan dalam dua bahasa.

Jadi yang dimaksud itu, apakah ada informasi lain, apakah yang disediakan oleh bursa saja, atau yang disediakan juga oleh pihak-pihak lain di lingkungan pasar modal," beber Jeffrey.

Pertemuan mendatang juga akan memetakan apakah kendala tersebut bersumber dari pihak eksternal di ekosistem pasar saham.

>>> Polres Pelalawan Tangkap Pelaku Perampokan Kasir di Bandar Sei Kijang

"Apakah emiten, apakah anggota bursa, apakah itu juga yang termasuk, ya tentu itu akan kita klarifikasi," ujar Jeffrey.

Manajemen BEI menegaskan bahwa catatan dari lembaga internasional ini akan dijadikan instrumen evaluasi dalam program pembenahan pasar modal yang sedang berjalan.

"Catatan yang disampaikan oleh MSCI, tadi sekali lagi kita sampaikan bahwa banyak hal-hal positif yang dipertahankan, ya tetapi ada faktor-faktor yang diperlukan perbaikan, itu yang memang sedang kita lakukan dalam rangkaian reformasi pasar modal ini," terang Jeffrey.

Enam Poin Kritik MSCI

Berdasarkan laporan bertajuk MSCI 2026 Global Market Accessibility Review, terdapat enam poin utama yang dikritik oleh lembaga tersebut.

Selain masalah bahasa, MSCI menyoroti terbatasnya transaksi efek valuta asing karena belum tersedianya pasar offshore yang efisien, larangan fasilitas overdraft untuk investor asing, serta ketidakfleksibelan transfer aset saham.

>>> Isuzu Traga Chassis Bus: Enam Keunggulan untuk Angkutan Penumpang

Hambatan lain yang dicatat meliputi pembatasan jangka waktu stock lending maksimal 90 hari dan regulasi ketat pada skema perdagangan short selling.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru