Galeri 24, anak perusahaan Pegadaian, mencatat penjualan emas lebih dari 3 kilogram dalam ajang Bandung International Jewellery Fair (BIJF) 2026.
Pameran berlangsung pada 11-14 Juni 2026 di Sudirman Grand Ballroom, Kota Bandung. Torehan ini menjadi rekor penjualan baru bagi Galeri 24.
>>> Marcelo Bielsa Tolak Tatap Kamera saat Sesi Foto Resmi Piala Dunia 2026
Perusahaan menilai capaian ini sebagai bukti kepercayaan masyarakat Bandung. Lonjakan transaksi juga mencerminkan tren pertumbuhan minat terhadap investasi emas.
Stan Galeri 24 terpantau selalu padat selama empat hari penyelenggaraan. Tingginya kunjungan didorong oleh beragam produk logam mulia dan perhiasan yang ditawarkan.
Promo eksklusif dan aktivitas interaktif berhadiah turut memicu lonjakan transaksi. Banyak pengunjung datang tidak hanya untuk membeli, tetapi juga berkonsultasi mengenai pengelolaan aset keuangan.
Kondisi ini menjadi sinyal positif bahwa kesadaran publik tentang pentingnya investasi jangka panjang semakin matang. Logam mulia kini dinilai sebagai instrumen aman untuk menjaga nilai aset.
Fokus pada Edukasi Literasi Keuangan
Galeri 24 tidak hanya mengejar target penjualan, tetapi juga memanfaatkan BIJF 2026 untuk mengampanyekan literasi keuangan. Langkah ini diwujudkan melalui sesi diskusi interaktif mengenai manajemen keuangan.
Regional Manager Bandung Galeri 24, Yogianda Aprilindo, mengonfirmasi peningkatan ketertarikan warga terhadap investasi emas. Pemahaman masyarakat dinilai telah bergeser ke arah yang lebih inklusif.
"Kami melihat antusiasme masyarakat Bandung terhadap investasi emas terus meningkat dari tahun ke tahun.
Melalui kehadiran Galeri 24 di BIJF 2026, kami tidak hanya menghadirkan produk dan promo terbaik, tetapi juga memberikan edukasi agar masyarakat semakin memahami pentingnya investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan masa depan," ujar Yogianda dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026).
>>> Prancis Taklukkan Senegal 3-1 di Laga Perdana Grup I Piala Dunia 2026
Yogianda menambahkan bahwa aktivitas investasi kini sudah menjadi kebutuhan yang dipahami berbagai lapisan masyarakat. Program edukasi yang mudah diakses akan terus dijalankan secara konsisten.
