⌂ Beranda News Kisah Irzam, Mahasiswa Disabilitas UMB Bangkit Melawan Depresi

Kisah Irzam, Mahasiswa Disabilitas UMB Bangkit Melawan Depresi

Kisah Irzam, Mahasiswa Disabilitas UMB Bangkit Melawan Depresi
Mahasiswa disabilitas Universitas Mercu Buana sedang belajar
A A Ukuran Teks16px

Menjalani perkuliahan dengan kondisi berbeda dari mahasiswa lain bukan perkara mudah. Dibutuhkan adaptasi, ketahanan mental, dan perjuangan besar untuk menyelesaikan pendidikan tinggi.

Hal itu dirasakan Muhammad Irzam Fharhany, mahasiswa disabilitas Universitas Mercu Buana (UMB). Irzam, sapaan akrabnya, menceritakan bahwa dirinya terdiagnosis gangguan mental saat semester lima.

>>> Bestari Barus Kritik Keras Deddy Sitorus soal Pernyataan 'Kutu Loncat'

"Di semester lima itu benar-benar kayak hilang aja gitu," ujarnya dalam acara Ngopi Bareng Kemdiktisaintek di Senayan, Jakarta, Sabtu (20/6/2026).

Irzam mengaku kejadian serupa pernah muncul di kelas terakhir SMA, namun saat itu ia tidak memeriksakan diri ke profesional.

"Dan akhirnya karena mungkin ini udah kayak susah banget, udah kayak bener-bener butuh bantuan, akhirnya di semester lima saya sempat menghilang," sambungnya.

Saat kondisinya memburuk, Irzam memilih menghilang dan tidak masuk kampus. Meski demikian, UMB tetap berkomunikasi dengan keluarganya untuk mencari jalan keluar.

Setelah memeriksakan diri, Irzam didiagnosis gangguan kecemasan dan depresi mayor. Dukungan dari UMB dan fakultas menjadi alasan ia bertahan menyelesaikan kuliah.

"Jadi kayak sangat mendengar tentang keadaan saya, jadi kayak menunggu, 'oh yaudah si Irzam masih belum ini ya, kita tunggu dulu ya'," kisahnya.

Dengan dukungan kampus, Irzam mengambil cuti di semester enam dan menjalani pengobatan ke psikolog lalu psikiater. Setelah membaik, ia kembali ke kampus di semester tujuh.

UMB memiliki kebijakan masa percobaan bagi mahasiswa yang pernah gagal. Irzam diberi kesempatan mengambil tiga mata kuliah, namun ia masih gagal di semester tujuh.

"Dari tiga mata kuliah yang diberikan, saya masih belum sanggup untuk hadir. Walaupun belum sepenuhnya hadir, saya sudah mencoba dan berusaha memberikan yang terbaik," kenangnya.

>>> Suzuki Ungkap Peran Penting Rack Steer Terhadap Stabilitas Kemudi Mobil

Raup IPK 4,00 dan Jurnal Tembus SINTA 3

Meski sempat gagal, keinginan Irzam untuk lulus tetap besar. Dengan dukungan dokter, semester delapan ia mulai lagi dengan membuka diri kepada dosen dan mencari solusi.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru