Institusi pendidikan tinggi di Korea Selatan mulai serius memberantas perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
Pada awal 2026, tercatat 162 calon mahasiswa ditolak oleh sejumlah kampus top di negara tersebut karena memiliki riwayat melakukan perundungan.
>>> Investor Asing Jual Bersih Rp 3,13 T, IHSG Menguat Tipis
Sebanyak 10 universitas negeri menolak lulusan dengan catatan perundungan.
Sekitar 90 persen dari 180 calon mahasiswa dengan rekam jejak buruk tersebut gagal diterima di universitas di bawah Dewan Kepresidenan Universitas Nasional Unggulan Korea.
Langkah tegas ini diambil menyusul kebijakan pemerintah yang mewajibkan perguruan tinggi memberlakukan sanksi bagi pelaku perundungan sekolah mulai tahun 2026.
Kementerian Pendidikan memberikan wewenang penuh kepada universitas untuk menentukan tingkat hukuman sesuai bobot pelanggaran.
Mayoritas perguruan tinggi negeri memilih menggugurkan calon mahasiswa yang terlibat dalam kasus perundungan berat. Kampus lain menerapkan pemotongan skor seleksi masuk sebanyak 200 poin.
Rincian Penolakan di Universitas Negeri
Universitas Nasional Gangwon menolak 37 calon mahasiswa, disusul Universitas Nasional Gyeongsang dengan 29 penolakan.
>>> Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara
Universitas Nasional Kyungpook menolak 28 calon mahasiswa, sementara Universitas Nasional Jeonbuk dan Chungnam masing-masing menolak 18 dan 15 calon mahasiswa.
Universitas Nasional Chonnam dan Chungbuk masing-masing menolak 14 dan 13 calon mahasiswa. Universitas Nasional Pusan menolak tujuh calon mahasiswa, dan Universitas Nasional Jeju tidak memberikan laporan jumlah penolakan.
Universitas Nasional Seoul melaporkan tidak meloloskan pelamar sama sekali yang memiliki catatan perilaku perundungan.
Perguruan tinggi swasta juga mengadopsi kebijakan serupa. Universitas Wanita Kyungin menolak tiga calon mahasiswa pada periode awal 2026.
Universitas Sungkyunkwan dan Universitas Sogang memberikan nilai nol poin bagi pelamar dengan riwayat perundungan.
Angka siswa yang tersisih akibat rekam jejak buruk melonjak drastis di Provinsi Gyeongsang Utara dan Daegu.
>>> Ismail Yüksek Hapus Unggahan Foto Model Rusia di Instagram
Jumlah keseluruhan siswa yang ditolak perguruan tinggi akibat kasus penindasan terus meningkat sejak November 2025 hingga masa penerimaan awal tahun 2026.