Posisi politik PDI Perjuangan sebagai kekuatan penyeimbang di luar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menuai sorotan dari sejumlah partai politik pendukungnya.
Kejelasan sikap partai berlambang banteng moncong putih ini dipertanyakan.
>>> Sinarmas Sekuritas Rekomendasikan Beli Saham Estika Tata Tiara (BEEF)
Kritik awal muncul setelah beredar rumor kehadiran kader PDI-P, Andi Widjajanto, dalam aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.
Desakan untuk Bersikap Tegas
Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid mendesak PDI-P untuk mengambil langkah tegas dan tidak bersikap mengambang dalam kancah politik nasional.
Ia menekankan pentingnya persatuan dan soliditas seluruh elemen politik agar program pemerintah berjalan sesuai target.
Menurut Jazilul, bersikap abu-abu dapat menghambat jalannya pemerintahan. Ia berharap PDI-P memilih untuk berada di oposisi jika memang tidak bergabung dengan pemerintahan.
Partai Golkar juga turut mempertanyakan efektivitas peran penyeimbang yang dipilih PDI-P. Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhamad Sarmuji menyatakan bahwa rakyat yang akan menilai sejauh mana peran tersebut efektif.
Sarmuji menambahkan bahwa PDI-P tidak masuk dalam kabinet, sehingga peran penyeimbang yang dijalankan masih dipertanyakan efektivitasnya.
Berbeda pandangan, Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi menilai posisi PDI-P di luar kabinet justru berdampak positif bagi demokrasi.
Ia menganggap hal tersebut menjaga mekanisme kontrol di parlemen tetap berjalan seimbang.
>>> AS Juara Grup D Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Australia
Viva Yoga Mauladi menyatakan bahwa sikap kritis PDI-P merupakan hal lumrah mengingat partai tersebut tidak menempatkan kadernya dalam Kabinet Merah Putih.
Ia menganggap posisi tersebut sebagai keniscayaan.
Menanggapi berbagai sorotan, Ketua DPP PDI-P Ganjar Pranowo menegaskan bahwa arah politik partainya konsisten dan berkomitmen pada aspirasi masyarakat.
Ia menyatakan bahwa PDI-P berperan sebagai penyeimbang dan setia pada konstitusi.
Ganjar Pranowo menjelaskan bahwa ketidakjelasan sikap justru terjadi apabila arah politik partai hanya bersandar pada perebutan kekuasaan.
PDI-P mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak pada rakyat dan mengkritisi kebijakan yang tidak sesuai kepentingan publik.
PDI-P menekankan pentingnya esensi pengawasan parlemen ketimbang terjebak dalam pembagian kubu politik. Ganjar Pranowo mengingatkan semua pihak untuk fokus mendengarkan suara publik melalui fungsi kontrol yang sehat.
Ia menambahkan bahwa rekam jejak partai berada di luar pemerintahan sudah teruji sejak masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
>>> Unggahan Terakhir Icuk Baros 'Preman Pensiun' Banjir Ucapan Duka
Yang terpenting dalam demokrasi adalah siapa yang tetap berpihak pada rakyat ketika kekuasaan berubah.