⌂ Beranda News IHSG Menguat 0,078% Pasca Pengumuman MSCI, Investor Cermati Sektor Perbankan

IHSG Menguat 0,078% Pasca Pengumuman MSCI, Investor Cermati Sektor Perbankan

IHSG Menguat 0,078% Pasca Pengumuman MSCI, Investor Cermati Sektor Perbankan
Grafik pergerakan indeks saham Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat tipis 0,078 persen ke level 6.177,14 pada perdagangan Jumat (19/6).

Pergerakan indeks sempat volatil sebelum akhirnya berbalik menguat.

>>> Alvaro Carpe Pimpin FP2 Moto3 Ceko, Veda Ega Pratama Berjuang Keras

Penguatan ini terjadi setelah MSCI merilis hasil tinjauan aksesibilitas pasar global pada Kamis (18/6).

Dalam evaluasi tersebut, Indonesia mengalami penurunan level pada kriteria arus informasi dari sentimen positif menjadi negatif.

Keputusan MSCI didasari atas kurangnya keterbukaan data kepemilikan serta aktivitas pasar di Indonesia.

Hal ini dinilai menghambat pembentukan harga yang wajar dan membatasi kemampuan investor global menilai free float saham secara akurat.

MSCI juga menyoroti keterbatasan pasar valuta asing Indonesia, termasuk belum adanya pasar offshore yang efisien dan adanya pembatasan di pasar onshore.

Prospek dan Rekomendasi Saham

Pengamat Pasar Modal Hans Kwee menyatakan bahwa sebagian besar indikator aksesibilitas pasar saham Indonesia yang dinilai MSCI tetap positif dan tidak mengalami perubahan signifikan.

Indonesia masih memiliki peluang mempertahankan status emerging market, dengan keputusan final MSCI akan diumumkan pada 23 Juni 2026.

>>> Ditpolairud Polda Riau Gelar Aksi Sosial JALUR di Kepulauan Meranti

Volatilitas perdagangan dipengaruhi aksi ambil untung investor setelah reli IHSG sebelumnya. Hans Kwee memandang prospek IHSG masih konstruktif meski pasar sedang konsolidasi.

Faktor eksternal seperti konsolidasi bursa global dan sikap The Fed yang mempertahankan suku bunga acuan membuat investor berhati-hati.

Dari dalam negeri, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia juga menjadi pertimbangan.

Hans Kwee memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam fase konsolidasi di kisaran 6.200 hingga 6.500 hingga akhir Juni 2026.

Potensi penguatan IHSG masih terbuka namun tidak agresif dalam waktu dekat.

Investor disarankan memilih saham perbankan seperti BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI karena struktur pendanaan yang kuat. Emiten pertambangan emas juga menarik sebagai aset lindung nilai.

>>> Tiga Wakil Indonesia Melaju ke Semifinal Macau Open 2026

Sebaliknya, investor diingatkan untuk waspada terhadap saham properti dan multifinance yang sensitif terhadap perubahan suku bunga.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru