PT PLN (Persero) mulai menyalurkan batu bara kalori menengah ke sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulau Jawa pada Sabtu (20/6/2026).
Langkah ini diambil untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan setelah terjadi pemadaman listrik bergilir di beberapa wilayah Pulau Jawa.
>>> TVRI Amankan Hak Siar Resmi Kompetisi FIFA Hingga 2027
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa proses penyaluran batu bara kalori menengah mulai mengalir ke PLTU di seluruh Pulau Jawa.
Pasokan untuk Jawa bagian barat meliputi PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya I hingga VIII, PLTU Jawa VII, PLTU Jawa IX dan X, serta PLTU Indramayu.
Sementara itu, wilayah Jawa bagian timur mencakup PLTU Paiton I dan II, PLTU Paiton IX, PLTU Rembang, PLTU Pacitan, dan PLTU Tanjung Awar-Awar.
Di tengah pemulihan, sistem kelistrikan Jawa juga terganggu akibat kendala teknis pada dua pembangkit besar milik mitra PLN.
>>> IHSG Menguat Terbatas ke 6.177 di Tengah Aksi Jual Asing Rp3,19 Triliun
Darmawan menjelaskan bahwa dua pembangkit independent power producer (IPP) mengalami gangguan teknis dan terpaksa keluar dari sistem kelistrikan.
PLN menerjunkan tim gabungan bersama mitra pengelola untuk mempercepat perbaikan teknis kedua pembangkit tersebut.
Selain perbaikan, PLN juga menggenjot percepatan penandatanganan kontrak pasokan batu bara kalori menengah dengan para pemasok yang mendapat penugasan pemerintah.
Manajemen PLN berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM untuk kelancaran proses tersebut.
>>> Miguel Almiron Kartu Merah Akibat Aturan Prestianni Law di Piala Dunia 2026
Darmawan mengapresiasi dukungan pemerintah dan pemangku kepentingan, serta menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan akibat pemadaman bergilir.