⌂ Beranda News Tiga Pilot Paralayang Indonesia Sukses Ekspedisi Hike and Fly di Gunung Kerinci

Tiga Pilot Paralayang Indonesia Sukses Ekspedisi Hike and Fly di Gunung Kerinci

Tiga Pilot Paralayang Indonesia Sukses Ekspedisi Hike and Fly di Gunung Kerinci
Pilot paralayang terbang di atas Gunung Kerinci
A A Ukuran Teks16px

Tiga pilot paralayang Indonesia sukses menggelar ekspedisi hike and fly dari puncak Gunung Kerinci, Jambi.

Kegiatan ini berlangsung pada 18 Juni 2026 pagi di titik tertinggi Sumatra dengan ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut.

>>> Saham SpaceX Anjlok 20 Persen Setelah Sempat Melonjak Usai IPO

Ketiga penerbang tersebut adalah Ketua Paralayang Indonesia Asgaf S. Pd.

, M. Pd.

, Dr. Hendra Daniel Wilar, S. H., M.

H., dan Hendra Noval dari Kerinci Paragliding Club. Mereka menggabungkan pendakian gunung dengan penerbangan paralayang.

Konsep hike and fly sudah populer di Pegunungan Alpen, Eropa. Indonesia dinilai memiliki potensi alam yang besar untuk mengembangkan olahraga ini.

Gunung Kerinci berada di dalam Taman Nasional Kerinci Seblat. Kawasan ini menjadi habitat harimau Sumatra, tapir, dan beruang madu.

"Sering kali kita mencari destinasi petualangan ke luar negeri, padahal Indonesia memiliki lokasi yang kualitasnya setara bahkan lebih menarik," ujar Asgaf.

Pendakian dimulai sehari sebelumnya melalui jalur Pintu Rimba, Kayu Aro. Peserta membawa beban belasan kilogram berisi perlengkapan mendaki dan peralatan terbang.

>>> Polisi Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi yang Sekap Karyawan

Rombongan berjalan kaki melewati hutan hujan tropis selama hampir sembilan jam. Mereka bermalam di Shelter 3 sebelum melanjutkan ke puncak pada dini hari.

Kondisi cuaca di puncak menjadi faktor penentu keberhasilan penerbangan. Angin bertiup stabil dengan arah yang aman untuk lepas landas.

Hendra Daniel menjadi pilot pertama yang mengudara pukul 08.43 WIB. Asgaf dan Hendra Noval menyusul dari lereng vulkanik yang curam.

Dari udara, para pilot melihat Danau Gunung Tujuh, danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara, serta perkebunan teh Kayu Aro.

"Inilah keistimewaan Kerinci.

Dalam satu penerbangan, kita dapat melihat gunung api aktif, hutan hujan tropis, danau kaldera, perkebunan teh, hingga permukiman masyarakat," kata Asgaf.

Setelah mengudara sekitar 35 menit, ketiga penerbang mendarat selamat di area perkebunan teh milik PTPN IV.

>>> Ronald Koeman Ingatkan Belanda Jangan Remehkan Swedia di Piala Dunia 2026

Kawasan Kerinci dinilai memiliki unsur lengkap untuk menjadi pusat sport tourism internasional. Potensi ini didukung ketinggian ideal, kondisi meteorologi baik, dan bentang alam spektakuler.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru