⌂ Beranda News Minat Investasi Logam Mulia di Asia Tenggara Melonjak Signifikan

Minat Investasi Logam Mulia di Asia Tenggara Melonjak Signifikan

Minat Investasi Logam Mulia di Asia Tenggara Melonjak Signifikan
Ilustrasi investasi emas dan perak di Asia Tenggara
A A Ukuran Teks16px

"Meskipun emas sering dikaitkan dengan stabilitas, emas juga menawarkan peluang signifikan untuk perdagangan intraday dan jangka pendek.

Logam mulia dikenal karena reaksinya yang kuat terhadap indikator ekonomi, level teknis yang jelas, dan likuiditas yang stabil," kata Mansour.

>>> Michael Carrick Mulai Era Penuh di Manchester United Hadapi Hull City

Kemudahan Akses Lewat Teknologi Digital

Meluasnya minat masyarakat terhadap komoditas ini didukung oleh platform perdagangan digital yang adaptif.

Pelaku pasar kini dapat memanfaatkan kontrak derivatif seperti CFD untuk bertransaksi tanpa harus memiliki fisik logam mulia.

Lanskap pelaku pasar di Asia Tenggara didominasi dua kelompok besar.

Kelompok pertama adalah generasi muda usia 22–35 tahun yang aktif menggunakan aplikasi fintech untuk meraih profit jangka pendek dari volatilitas harga harian.

Kelompok kedua diisi investor berpengalaman dan institusi berusia di atas 40 tahun.

Mereka fokus pada alokasi strategis jangka panjang dengan menempatkan sekitar 2,5 hingga 10 persen portofolio pada aset emas.

Upaya Mengurangi Ketergantungan Mata Uang Lokal

Emas dan perak menjadi pilihan alternatif utama saat mata uang domestik mengalami tekanan inflasi atau ketidakstabilan ekonomi.

Nilai kedua komoditas ini tidak bergantung penuh pada fluktuasi nilai tukar mata uang lokal.

Indonesia dan Vietnam mencatat tingkat pertumbuhan perdagangan logam mulia tertinggi di kawasan.

Indonesia unggul dalam adopsi ritel dan regulasi institusional, sedangkan Vietnam mencatat kenaikan permintaan fisik untuk menghindari devaluasi mata uang Dong.

Prospek perdagangan komoditas ini diperkirakan tetap kuat hingga akhir 2026 meski akan memasuki fase konsolidasi.

Faktor penentu arah harga ke depan meliputi kebijakan suku bunga The Fed, inflasi global akibat harga minyak, dan aksi bank sentral dalam menambah cadangan emas.

Lembaga keuangan global J. P.

>>> Manchester City Buka Premier League 2026/2027 Lawan Bournemouth

Morgan memproyeksikan harga emas berpotensi bergerak menuju rata-rata 6.000 dollar AS per ounce pada kuartal akhir tahun ini.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru