PT PLN (Persero) mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Pulau Jawa setelah terjadi pemadaman listrik bergilir.
Gangguan ini dipicu oleh hambatan pasokan batu bara berkalori menengah pada Sabtu (20/6/2026).
>>> Jerman vs Pantai Gading Perebutkan Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
Kondisi diperparah oleh gangguan teknis pada dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas besar milik swasta.
PLN pun mengambil langkah taktis dengan mengintensifkan koordinasi bersama Kementerian ESDM dan Ditjen Minerba.
Manajemen PLN mempercepat finalisasi kontrak dengan pemasok batu bara agar distribusi ke seluruh interkoneksi Jawa segera normal.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa pasokan medium range coal mulai mengalir ke berbagai PLTU di Pulau Jawa.
"Saat ini proses penyaluran medium range coal mulai mengalir pada PLTU di se-antero Pulau Jawa, baik PLTU milik PLN maupun milik mitra kami atau PLTU independent power producer," kata Darmawan.
>>> Cody Gakpo Waspadai Alexander Isak Jelang Belanda vs Swedia
Selain kendala logistik, sistem kelistrikan interkoneksi juga kehilangan daya dari dua pembangkit IPP yang mengalami kerusakan sistem secara mendadak.
Darmawan menjelaskan bahwa dua pembangkit besar milik mitra tersebut terpaksa keluar dari sistem.
PLN berkomitmen menyelesaikan gangguan operasional secepatnya. Petugas di lapangan disiagakan nonstop untuk memantau stabilitas daya dan meminimalkan durasi pemadaman.
"Sekali lagi kami mohon maaf sebesar-besarnya atas adanya gangguan yang mengakibatkan pemadaman bergilir di Pulau Jawa.
>>> Sudinhub Jakarta Timur Minta Maaf soal Penertiban Motor Ojol yang Viral
Kami bekerja all out siang dan malam agar semua gangguan ini bisa segera terselesaikan," tutup Darmawan.