⌂ Beranda News Peneliti China Kembangkan Baterai Solid State Isi Daya Tiga Menit

Peneliti China Kembangkan Baterai Solid State Isi Daya Tiga Menit

Peneliti China Kembangkan Baterai Solid State Isi Daya Tiga Menit
Ilustrasi baterai solid state untuk mobil listrik
A A Ukuran Teks16px

Peneliti dari Chinese Academy of Sciences mengklaim telah berhasil mengembangkan baterai solid-state baru untuk kendaraan listrik. Baterai ini mampu mengisi daya hingga penuh hanya dalam hitungan menit.

Inovasi ini berpotensi merevolusi industri kendaraan listrik global yang saat ini masih menghadapi kendala durasi pengisian daya yang lama.

>>> Jerman Hajar Curacao 7-1, Raih Kemenangan Terbesar Sementara di Piala Dunia 2026

Berdasarkan laporan di Journal of the American Chemical Society, prototipe sel baterai ini mencatatkan kepadatan energi mencapai 451,5 Wh/kg.

Komponen tersebut juga mampu mempertahankan kinerja pengisian secara konstan selama 700 siklus pada laju 20C.

Secara teori, data teknis tersebut memungkinkan daya baterai terisi penuh serta dikosongkan kembali hanya dalam waktu sekitar tiga menit.

Kehadiran teknologi ini menjadi lompatan besar dibandingkan sistem penyimpanan daya kendaraan listrik yang ada sekarang.

Dominasi Sektor Baterai dari Asia

Mayoritas mobil listrik rakitan produsen Eropa dan Amerika Serikat masih menerapkan batas pengisian cepat yang konservatif.

Merek seperti Tesla, Ford, Volkswagen, dan Mercedes-Benz umumnya memiliki kecepatan pengisian puncak antara 150 kW hingga 350 kW.

Kondisi tersebut membuat kendaraan tersebut memerlukan waktu sekitar 20 sampai 40 menit agar daya terisi secara signifikan.

Sementara itu, korporasi otomotif dan produsen baterai asal China justru bergerak lebih agresif.

Raksasa industri seperti BYD, CATL, Ganfeng Lithium, beserta beberapa startup aktif merancang arsitektur baterai solid-state dengan kepadatan energi dan kecepatan pengisian yang jauh lebih tinggi.

Lahirnya terobosan ini bertepatan dengan momentum pabrikan otomotif Barat yang giat memperkuat kemitraan dengan perusahaan China.

Stellantis telah memperluas kerja sama dengan Dongfeng Motor Corporation lewat kesepakatan senilai 1,17 miliar euro.

Selain itu, Stellantis mengencangkan ikatan bersama Leapmotor dalam memproduksi kendaraan listrik untuk pasar Eropa.

>>> Lamine Yamal Siap Bela Spanyol Lawan Arab Saudi di Piala Dunia 2026

Langkah serupa diambil oleh Volkswagen yang membangun kemitraan strategis dengan startup kendaraan listrik China, Xpeng.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru