Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyoroti ancaman kerusakan lingkungan akibat peningkatan volume sampah plastik di kawasan konservasi laut Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah.
Dampak negatif tersebut dinilai dapat mengganggu sektor perikanan dan pariwisata yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat setempat.
>>> Nimble Luncurkan Powerbank Modular Sharepower yang Bisa Dibelah Dua
Kekhawatiran itu muncul seiring meningkatnya aktivitas wisata di kawasan seluas lebih dari 111 ribu hektare tersebut.
Wilayah ini memiliki kekayaan ekosistem laut vital, mulai dari terumbu karang, padang lamun, hingga hutan mangrove.
Selain aktivitas wisata, letak geografis membuat Karimunjawa mendapat beban ganda akibat kiriman sampah yang terbawa arus laut dari berbagai pesisir Pulau Jawa.
Edukasi dan Pengelolaan Sampah
Melalui agenda Bimbingan Teknis Pengelolaan Sampah Plastik yang dihadiri seratus pemuda setempat, dilakukan upaya edukasi pemilahan dan pengembangan bank sampah agar limbah memiliki nilai ekonomi.
"Pengelolaan sampah sesungguhnya bukan hanya urusan lingkungan. Ini juga urusan ekonomi, kesehatan, dan masa depan masyarakat pesisir.
>>> Timnas Qatar Kesulitan Raih Kemenangan di Piala Dunia
Karena itu, kita membutuhkan perubahan perilaku dan gerakan bersama," tegas Lestari.
Politisi Partai NasDem itu juga menyatakan bahwa modal sosial di wilayah kepulauan tersebut sangat kuat.
"Tradisi gotong royong yang hidup di tengah masyarakat pulau menjadi kekuatan penting dalam membangun budaya baru yang lebih peduli terhadap lingkungan," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan BRIN Faizinal Abidin menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh dalam menyebarluaskan hasil penelitian yang dapat dimanfaatkan langsung oleh warga pesisir.
"BRIN memiliki banyak hasil inovasi aplikatif di bidang pengelolaan lingkungan dan pelestarian pesisir.
>>> Ronaldinho Resmi Gabung Ravenna, Klub Kasta Ketiga Liga Italia
Tantangan kita bukan hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi bagaimana pengetahuan tersebut dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata," ujar Faizinal.