⌂ Beranda News Gunungan Baju Bekas di Gurun Atacama Terlihat dari Luar Angkasa

Gunungan Baju Bekas di Gurun Atacama Terlihat dari Luar Angkasa

Gunungan Baju Bekas di Gurun Atacama Terlihat dari Luar Angkasa
Ilustrasi: Gunungan Baju Bekas di Gurun Atacama Terlihat dari Luar Angkasa
A A Ukuran Teks16px

Gurun Atacama di Chile kini memiliki pemandangan yang tak biasa.

Sekitar 60.000 ton pakaian bekas menumpuk di sana hingga membentuk 'gunungan' yang terlihat dari luar angkasa melalui citra satelit.

>>> Toprak Razgatlioglu Akui Sering Lupa Masih Rookie di MotoGP

Tumpukan itu terdiri dari jaket, celana, sepatu, hingga pakaian yang masih berlabel.

Sebagian besar berasal dari Amerika Serikat, Eropa, dan Asia, baik sebagai barang bekas maupun stok tidak terjual.

Awalnya pakaian-pakaian itu dikirim ke Chile untuk dijual kembali di Amerika Latin. Namun, yang tidak laku akhirnya dibuang di Gurun Atacama.

Dampak Fast Fashion

Gunungan pakaian ini terus bertambah setiap tahun. Penyebab utamanya adalah produksi pakaian berlebihan dan tingginya konsumsi fesyen murah yang cepat berganti tren.

Meski sebagian pakaian berhasil dijual kembali atau didonasikan, jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan volume yang masuk ke Chile.

Akibatnya, sisa pakaian menumpuk begitu saja di gurun.

>>> Carlo Ancelotti Ungkap Alasan Tolak Tawaran Latih Timnas Italia

Masalahnya bukan hanya soal limbah.

Sebagian besar pakaian modern terbuat dari serat sintetis seperti poliester dan nilon yang berasal dari bahan bakar fosil.

Material itu membutuhkan puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai.

Selama proses penguraian, pakaian dapat melepaskan bahan kimia dan mikroplastik ke lingkungan. Kebakaran yang sesekali terjadi di lokasi juga berpotensi menghasilkan asap beracun.

Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak industri fesyen tidak berhenti saat pakaian dibuang konsumen. Limbah tersebut bisa berpindah ribuan kilometer melintasi benua sebelum menumpuk di negara lain.

Dampak lingkungan dari fast fashion sering kali ditanggung oleh wilayah tujuan pembuangan limbah, bukan negara tempat pakaian diproduksi atau dikonsumsi.

>>> Deretan Temuan Aneh di Google Earth: Pulau Hantu hingga Bunker Pesawat

Sejumlah organisasi dan pemerintah setempat kini berupaya membersihkan kawasan itu dan mendorong reformasi pengelolaan limbah tekstil.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM