Sepuluh warga Lebanon tewas akibat gempuran udara dan pesawat tanpa awak militer Israel pada Sabtu (20/6/2026), hanya beberapa jam setelah gencatan senjata dengan Hizbullah mulai berlaku.
Serangan terjadi di wilayah selatan Lebanon dan Lembah Bekaa. Israel menyebut operasi itu sebagai respons atas puluhan proyektil yang ditembakkan Hizbullah semalam.
>>> Mantan Bankir Sukses Raup Omzet Ratusan Juta dari Bisnis Keripik Sehat
Baku tembak dilaporkan pecah di area perbukitan Ali al-Taher saat pasukan Israel mencoba merangsek masuk.
Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat total korban jiwa akibat serangan Israel sejak 2 Maret mencapai 3.912 orang.
Satu serangan menghantam bangunan tempat tinggal di Barish dan menewaskan satu keluarga. Tentara Lebanon juga kehilangan seorang prajurit akibat serangan di jalur Kfarrumman-Nabatieh.
Klaim Israel dan Respons Hizbullah
Militer Israel mengklaim tindakan mereka menyasar infrastruktur kelompok bersenjata dan menegaskan pasukannya di zona keamanan tidak menyasar warga sipil.
Seorang pejabat militer Israel menyatakan Hizbullah meluncurkan puluhan tembakan ke arah pasukan Israel di Lebanon selatan sebelum eskalasi udara terjadi.
>>> Titiek Soeharto Promosikan Produk Konveksi Narapidana Nusakambangan
Ia menyebut sasaran serangan balasan adalah "target Hizbullah".
Juru bicara militer Israel berbahasa Arab menyatakan situasi kondusif dapat tercapai jika perlawanan dari seberang perbatasan dihentikan sepenuhnya.
Hizbullah menegaskan tetap menghormati kesepakatan gencatan senjata, namun tidak akan tinggal diam terhadap upaya pendudukan wilayah baru.
Seorang pejabat senior Hizbullah mengatakan kepada Reuters bahwa kelompoknya akan terus melakukan perlawanan selama militer Israel berada di Lebanon.
Gencatan senjata disepakati pada Jumat pukul 16.00 waktu setempat setelah lonjakan pertempuran sengit.
>>> Transmart Full Day Sale 21 Juni 2026: Diskon Mesin Cuci Sharp hingga Rp 2 Juta
Kesepakatan yang dimediasi AS-Iran itu menyerukan penghentian total operasi militer, namun Israel menolak ketentuan yang membatasi ruang gerak kampanye mereka.
